BORNEONEWS, Jakarta – Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai saham-saham konglomerasi dan sektor komoditas menjadi faktor utama yang menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.
IHSG tercatat menguat 79,59 poin atau 1,30 persen ke level 6.209,78 pada perdagangan sesi II pukul 14.15 WIB.
“Penopang utama masih berasal dari sektor komoditas dan saham konglomerasi yang memiliki bobot besar dalam IHSG,” ujar Reydi saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026..
Menurutnya, penguatan indeks juga dipengaruhi kombinasi faktor teknikal serta membaiknya sentimen global setelah kekhawatiran investor terhadap isu eksternal mulai mereda.
Selain itu, pelaku pasar dinilai memanfaatkan momentum valuasi saham-saham kapitalisasi besar atau big caps yang sebelumnya mengalami tekanan jual cukup dalam.
“Dari domestik, pasar memanfaatkan valuasi saham big caps yang sudah cukup menarik,” katanya.
Meski demikian, Reydi menilai investor asing masih cenderung berhati-hati dan selektif dalam melakukan transaksi di pasar saham Indonesia.
Investor asing disebut masih mencermati stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga, hingga perkembangan kebijakan dan reformasi pasar modal nasional.
“Karena itu, arus dana asing belum sepenuhnya kembali agresif,” ujarnya.
Dalam jangka pendek, Reydi memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan apabila sentimen global tetap kondusif dan tekanan jual investor asing mulai berkurang.
Namun demikian, penguatan indeks dinilai masih terbatas karena pasar tetap dibayangi pelemahan rupiah serta ketidakpastian ekonomi global.
Pada perdagangan sesi II Jumat siang, frekuensi transaksi saham tercatat mencapai 1,49 juta kali dengan volume perdagangan sebanyak 23,73 miliar lembar saham senilai Rp17,68 triliun.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, tujuh sektor tercatat menguat dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 3,79 persen.
Kemudian disusul sektor energi yang naik 2,72 persen serta sektor infrastruktur sebesar 2,52 persen.
Sementara empat sektor mengalami pelemahan, dipimpin sektor properti yang turun 0,26 persen, diikuti sektor keuangan sebesar 0,24 persen dan kesehatan 0,03 persen.
Adapun saham yang mencatat penguatan terbesar di antaranya BREN, CUAN, BHAT, BUVA dan BRPT.
Sedangkan saham yang mengalami pelemahan terdalam yakni ASPR, MGNA, UNIC, PMUI dan TALF.
ANTARA









