BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero), melalui layanan keagenan kapal sukses mendukung operasional kapal pesiar MV Odyssey selama berada di Indonesia.
Kapal pesiar berukuran 24.344 Gross Tonnage (GT) dengan panjang 194 meter dan 274 penumpang tersebut pertama kali memasuki wilayah Indonesia melalui Pulau Komodo pada 25 April 2026, setelah berlayar dari Dili, Timor-Leste.
Selama pelayarannya di Indonesia, MV Odyssey menyinggahi sejumlah pelabuhan, antara lain Pelabuhan Benoa di Denpasar, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, dan Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang.
Untuk mendukung kelancaran operasional kapal, PELNI memberikan layanan full port agency yang mencakup pengurusan dokumen kapal bersama instansi terkait, penyediaan paket wisata di Pulau Komodo, hingga layanan shuttle bus bagi penumpang di Surabaya dan Semarang.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyatakan bahwa dukungan PELNI terhadap kapal pesiar MV Odyssey, memperkuat peran PELNI dalam mendukung industri pariwisata bahari nasional, sekaligus menjadi bukti kesiapan PELNI dalam memberikan layanan keagenan kapal yang profesional bagi kapal-kapal nasional maupun internasional, khususnya kapal pesiar.
“Kami siap memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pengurusan dokumen, kebutuhan operasional kapal, hingga layanan hospitality bagi penumpang, sehingga aktivitas kapal pesiar internasional selama berada di Indonesia dapat berjalan lancar, aman dan tepat waktu,” ujar Ditto, dalam rilisnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Sejalan dengan penguatan layanan keagenan kapal internasional di tingkat pusat, PELNI Cabang Kumai juga terus menunjukkan kesiapan dalam memberikan pelayanan keagenan kapal asing di wilayah kerja Kumai.
Hingga Triwulan I tahun 2026, PELNI Cabang Kumai tercatat telah sukses melayani tiga call kegiatan keagenan kapal cruise MY Paspaley Pearl asal Australia.
Kepala Cabang PELNI Kumai Andry Yudha mengatakan bahwa keberhasilan pelayanan kapal asing tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapan Cabang Kumai dalam mendukung pengembangan bisnis keagenan internasional PELNI.
“PELNI Cabang Kumai terus berupaya memberikan pelayanan keagenan yang profesional, cepat dan sesuai standar operasional kepada kapal-kapal asing yang beroperasi di wilayah kerja Kumai. Hingga Triwulan I tahun 2026, kami telah sukses melayani tiga call kapal cruise MY Paspaley Pearl asal Australia,” ujar Andry Yudha.
Ia menambahkan bahwa kesiapan operasional, koordinasi dengan instansi pelabuhan, serta pelayanan yang responsif menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional kapal asing selama berada di wilayah Indonesia.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan KSOP, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina serta stakeholder terkait lainnya agar pelayanan kapal asing dapat berjalan dengan aman, lancar dan efisien. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen Cabang Kumai dalam mendukung pengembangan layanan keagenan internasional PELNI,” tambah Andry.
Selain layanan operasional kapal, PELNI juga berkolaborasi dengan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) dalam penanganan pembuangan greywater dari MV Odyssey sebanyak 400 ton di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional kapal yang sesuai dengan standar layanan dan pengelolaan lingkungan di pelabuhan.
Ditto juga menambahkan bahwa PELNI akan terus memperkuat kapabilitas dan kualitas layanan untuk menjadi mitra yang andal bagi kapal-kapal internasional di berbagai pelabuhan Indonesia.
“Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus memperkuat layanan full port agency dan layanan logistik serta operasional kapal internasional di berbagai pelabuhan Indonesia.
Kami siap menjadi mitra strategis bagi industri kapal pesiar untuk mendukung target pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan perekonomian nasional,” tambah Ditto.
PELNI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis yang andal dalam mendukung seluruh kegiatan pelayaran internasional di Indonesia. PELNI akan terus mengembangkan layanan agency yang profesional dan efisien, guna memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang semakin kompetitif di kawasan Asia Tenggara. (DANANG/j)









