BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengamankan satwa liar yang ditemukan di sekitar lingkungan permukiman. Sebab, terlalu lama memelihara atau menyimpan satwa liar justru dapat mengubah perilaku alaminya.
Staf BKSDA Kalteng sekaligus anggota Polisi Kehutanan (Polhut), Nurwachid, mengatakan tidak semua satwa dilindungi harus dibawa atau dilaporkan untuk diamankan oleh BKSDA. Dalam banyak kasus, satwa liar cukup dilepas kembali ke habitat yang aman tanpa perlu terlalu lama berinteraksi dengan manusia.
“Tidak semua hewan yang dilindungi harus dilaporkan ke BKSDA. Kalau terlalu lama dikeep, perilakunya bisa berubah,” ujarnya kepada Borneonews pada Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, satwa liar pada dasarnya memiliki kemampuan bertahan hidup sendiri di alam. Karena itu, ketika masyarakat menemukan satwa seperti kucing hutan atau trenggiling, langkah paling tepat adalah mengembalikannya ke habitat yang sesuai.
“Satwa liar ini sebenarnya simpel. Kalau ditemukan, lepas saja ke tempat yang aman. Kucing hutan dipindahkan ke hutan lagi selesai. Trenggiling juga begitu, lepaskan saja ke tempatnya,” tuturnya.
Nurwachid menjelaskan, interaksi terlalu lama dengan manusia dapat membuat satwa kehilangan sifat alaminya. Satwa yang semula liar bisa menjadi terbiasa dengan manusia sehingga kesulitan kembali beradaptasi ketika dilepasliarkan.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang mengira semua satwa liar harus diamankan atau dipelihara sementara sebelum diserahkan kepada pihak berwenang. Padahal, tindakan tersebut justru berpotensi menambah stres pada satwa dan mengganggu insting bertahan hidupnya.
Meski demikian, ia menyebut terdapat pengecualian terhadap satwa tertentu, terutama orangutan. Menurutnya, satwa primata tersebut memang memerlukan penanganan khusus karena tingkat keingintahuan Orangutan terhadap manusia sangat tinggi sehingga rawan terjadi interaksi langsung dengan masyarakat.
“Kecuali orangutan, karena rasa ingin tahunya terhadap manusia itu sangat tinggi,” ucapnya.
BKSDA Kalteng pun terus mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan satwa liar dengan meminimalkan kontak langsung. Jika satwa terlihat terluka, terjebak, atau berada dalam kondisi membahayakan, masyarakat disarankan segera melapor kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (TESTI PRISCILLA/j)









