BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kelapa sawit dinilai masih menjadi salah satu sektor strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. Selain berkontribusi terhadap ekspor, sektor ini juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja hingga pengembangan ekonomi di wilayah perkebunan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Dr Ir Rawing Rambang MP saat memaparkan materi berjudul “Penguatan Industri Kelapa Sawit dan Hilirisasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembiayaan Berkelanjutan” dalam kegiatan PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) di Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah pada Jumat, 29 Mei 2026.
Dalam paparannya, Rawing menjelaskan, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia. Berbagai produk turunannya seperti minyak goreng, biodiesel, oleokimia hingga bahan kosmetik telah dipasarkan ke berbagai negara.
“Industri sawit memberikan kontribusi besar sebagai sumber devisa negara nonmigas, memperkuat neraca perdagangan Indonesia, serta meningkatkan daya saing produk agribisnis di pasar global,” ujarnya.
Ia juga menyebut industri sawit memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyerapan tenaga kerja itu mencakup sektor perkebunan, pabrik pengolahan crude palm oil (CPO), transportasi dan logistik, industri hilir berbasis sawit hingga perdagangan dan jasa pendukung.
Menurutnya, aktivitas ekonomi berbasis sawit turut mendorong perkembangan berbagai wilayah di Kalimantan dan Sumatra. Kehadiran industri sawit dinilai mampu memacu pembangunan infrastruktur serta membuka pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
“Industri sawit juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dan pengembangan usaha kecil menengah di sekitar wilayah perkebunan,” katanya.
Rawing menambahkan, penguatan hilirisasi sawit perlu terus dilakukan agar nilai tambah produk dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri. Melalui pengembangan industri hilir, sektor sawit diharapkan semakin mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pembiayaan pembangunan nasional dan daerah. (TESTI PRISCILLA/y)









