SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur terus meningkatkan upaya sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini menjadi perhatian serius mengingat potensi penyebarannya yang sangat tinggi terutama pada musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menjelaskan bahwa pencegahan DBD harus dimulai dari lingkungan sekitar yang bersih dan terjaga. Untuk itu, pihaknya secara aktif mengimbau warga agar rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui cara 3M Plus.

“Dalam rangka pencegahan DBD, kami menganjurkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. Pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M Plus yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air secara rutin harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Sabtu, 30 Mei 2026.

Selain tiga langkah utama tersebut, metode Plus mencakup penggunaan obat larvasida, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membiarkan genangan air, serta menghindari penggunaan barang-barang yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Ia menambahkan, kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menekan angka kasus DBD yang berpotensi meningkat jika pengendalian sarang nyamuk diabaikan.

“Pencegahan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua warga. Dengan rutin melakukan 3M Plus, kita bersama dapat memutus rantai penularan DBD,” tegasnya.

Dia menambahkan, Dinas Kesehatan Kotim juga terus menggalakkan kegiatan penyuluhan, pembagian brosur edukasi, dan kunjungan ke masyarakat guna memberikan informasi lengkap mengenai tanda-tanda DBD serta langkah-langkah pencegahan.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga kasus DBD dapat ditekan seminimal mungkin dan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” pungkas Umar. (DEVIANA/y)