BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Salundik, mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring prediksi musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang pada tahun ini.
Dia menuturkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, terdapat sejumlah kondisi yang perlu menjadi perhatian, di antaranya curah hujan yang diperkirakan berada di bawah normal atau lebih kering, awal musim kemarau yang dimulai pada akhir Mei, serta puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh potensi fenomena El Nino.
Salundik menegaskan, meski pemerintah menghadapi tantangan efisiensi anggaran pada tahun 2026, hal itu tidak boleh mengurangi kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Justru diperlukan strategi yang lebih efektif dan tepat sasaran agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal,” ujarnya, Sabtu 30 Mei 2025.
Ia menilai, strategi penanganan karhutla harus lebih menitikberatkan pada langkah mitigasi dan pencegahan dini, sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Strategi penanganan harus bergeser pada mitigasi yang tepat sasaran dengan fokus pada pencegahan dini serta memperkuat sinergi antarinstansi, baik pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, dunia usaha, maupun masyarakat,” tegasnya.
Salundik berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan sejak dini agar risiko karhutla selama musim kemarau dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (MARINI/y)









