BORNEONEWS, Palangka Raya - GAPKI Kalteng memastikan harga tandan buah segar atau TBS sawit di Kalimantan Tengah masih relatif stabil di tengah munculnya isu penurunan harga akibat kebijakan ekspor satu pintu yang tengah disiapkan pemerintah.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P., mengatakan hingga kini harga sawit di Kalteng masih berada di kisaran Rp2.600 hingga Rp2.700 per kilogram dan belum ditemukan harga anjlok seperti yang ramai dibicarakan di sejumlah daerah lain.
“Kalau di Kalteng, rata-rata harga masih di atas Rp2.600 sampai Rp2.700 per kilogram. Saya belum mendengar ada harga sampai di bawah Rp1.500,” kata Rawing Rambang pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penetapan harga TBS di Kalteng dilakukan secara resmi bersama pemerintah, perusahaan, dan perwakilan petani sebanyak dua kali dalam sebulan. Mekanisme tersebut menjadi acuan utama transaksi pembelian sawit di daerah.
“Penetapan harga itu ada acuannya dan dilakukan bersama antara pemerintah, pengusaha, dan petani. Jadi informasi-informasi di luar itu harus diverifikasi lagi,” ujarnya.
Menurut Rawing, kekhawatiran yang berkembang saat ini lebih banyak dipicu faktor psikologis pasar menyusul munculnya kebijakan baru pemerintah terkait pengelolaan ekspor sawit oleh PT DSI.
Meski demikian, GAPKI tetap mendukung langkah pemerintah selama bertujuan memperkuat tata kelola industri sawit nasional. Ia juga menyebut asosiasi bersama pemerintah pusat masih terus melakukan koordinasi agar kebijakan tersebut tidak merugikan petani maupun pelaku usaha. (TESTI PRISCILLA/H)









