BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri sawit dinilai masih menjadi salah satu sektor strategis penopang perekonomian Kalimantan Tengah. Karena itu, kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor sawit diharapkan tetap mampu menjaga stabilitas industri dan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P., mengatakan kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian daerah mencapai sekitar 14 persen.
Selain menjadi penopang ekonomi daerah, industri sawit juga menjadi sumber penghidupan ratusan ribu masyarakat di Kalimantan Tengah.
“Kalteng ini sangat besar kontribusinya dari sawit. Banyak masyarakat yang hidup dari sektor ini, baik petani, pekerja, maupun pelaku usaha,” kata Rawing Rambang pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Berdasarkan data GAPKI, luas perkebunan sawit di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,3 juta hektare dengan serapan tenaga kerja diperkirakan lebih dari 400 ribu orang.
Menurut Rawing, pemerintah tentu memahami pentingnya sektor sawit bagi ekonomi daerah maupun nasional sehingga masyarakat diminta tidak mudah panik terhadap isu yang berkembang terkait kebijakan ekspor satu pintu komoditas sumber daya alam.
Ia juga meminta masyarakat tetap berpikir positif dan menunggu perkembangan kebijakan dalam beberapa bulan ke depan sebelum menyimpulkan dampaknya terhadap industri sawit.
“Kebijakan ini masih baru berjalan. Paling tidak kita lihat dulu dua sampai tiga bulan ke depan bagaimana perkembangannya,” ujarnya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









