PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan hilirisasi kelapa sawit dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat daya saing industri nasional. Melalui penguatan industri turunan, sawit tidak hanya menghasilkan minyak mentah, tetapi juga berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Dr Ir Rawing Rambang MP saat menyampaikan materi “Penguatan Industri Kelapa Sawit dan Hilirisasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembiayaan Berkelanjutan” dalam kegiatan PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) di Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam pemaparannya, Rawing menjelaskan peluang hilirisasi sawit sangat luas, mulai dari industri pangan, oleokimia, hingga pengembangan energi terbarukan. Minyak sawit dapat diolah menjadi berbagai produk makanan seperti minyak goreng, margarin, shortening, cokelat, biskuit, serta berbagai produk susu dan makanan olahan lainnya.

Selain itu, industri oleokimia berbasis sawit juga terus berkembang. Produk turunan tersebut menjadi bahan baku berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari sabun, deterjen, kosmetik, farmasi hingga produk perawatan tubuh.

“Nilai tambah terbesar akan diperoleh ketika bahan baku sawit diolah menjadi produk hilir yang memiliki pasar lebih luas dan harga jual lebih tinggi,” ujar Rawing kepada Borneonews pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menambahkan, sektor bioenergi juga menjadi peluang besar dalam pengembangan hilirisasi sawit. Komoditas ini dapat diolah menjadi biodiesel, bioavtur, hingga biomassa energi yang mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.

Tidak hanya itu, tren ekonomi hijau global turut membuka peluang pengembangan produk ramah lingkungan berbasis sawit. Di antaranya bioplastik, pelumas hayati, lilin ramah lingkungan, serta bahan baku kemasan biodegradable yang semakin diminati pasar internasional.

"Hilirisasi juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil dan menengah," tuturnya.

Berbagai peluang usaha dapat tumbuh melalui pengolahan produk pangan lokal, kerajinan berbasis limbah sawit, pupuk organik hingga pakan ternak. Dengan demikian, penguatan industri turunan sawit tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)