BORNEONEWS, Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions musim 2025/2026.
Klub asal Prancis tersebut memastikan trofi tetap berada di Paris setelah menundukkan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 pada partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Minggu dini hari WIB. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 hingga berakhirnya babak perpanjangan waktu.
Keberhasilan ini melanjutkan tren impresif PSG di kompetisi antarklub Eropa. Pada musim sebelumnya, Les Parisiens juga tampil superior dengan mengalahkan Inter Milan 5-0 pada laga final yang digelar di Muenchen.
Dengan torehan tersebut, PSG menjadi klub kedua pada era Liga Champions modern yang dimulai sejak musim 1992/1993 yang mampu mempertahankan gelar juara secara beruntun. Sebelumnya, pencapaian serupa hanya berhasil dilakukan oleh Real Madrid yang meraih tiga gelar berturut-turut pada periode 2016 hingga 2018.
Jika mengacu pada sejarah panjang kompetisi Piala Eropa dan Liga Champions, PSG tercatat sebagai klub ke-10 yang sukses mempertahankan mahkota juara Eropa dalam dua musim beruntun.
Salah satu faktor yang dinilai berperan besar dalam keberhasilan PSG adalah konsistensi skuad. Sebanyak 10 pemain lapangan yang menjadi starter pada final melawan Arsenal juga tampil sejak menit pertama saat menghadapi Inter Milan pada final musim lalu.
Perubahan hanya terjadi di posisi penjaga gawang. Matvey Safonov mendapat kepercayaan sebagai starter menggantikan Gianluigi Donnarumma yang telah meninggalkan klub dan bergabung dengan Manchester City pada awal musim.
Di bawah racikan pelatih Luis Enrique, PSG menjelma sebagai salah satu tim paling dominan di Eropa dalam dua musim terakhir. Sejak musim lalu, mereka berhasil mengoleksi delapan gelar dari total 10 trofi yang diperebutkan di berbagai kompetisi.
Dua trofi yang gagal diraih PSG dalam periode tersebut adalah Piala Dunia Antarklub dan Coupe de France musim ini. Selebihnya, klub ibu kota Prancis itu mampu menunjukkan performa konsisten baik di kompetisi domestik maupun level Eropa.
Apabila mampu mempertahankan performa tersebut pada musim depan, PSG berpeluang menyamai pencapaian sejumlah klub elite yang pernah menjuarai Liga Champions atau Piala Eropa sebanyak tiga kali berturut-turut.
Meski demikian, rekor Real Madrid yang meraih lima gelar Piala Eropa secara beruntun pada periode 1956 hingga 1960 masih menjadi pencapaian yang belum tersentuh.
Dengan gelar Liga Champions pada 2025 dan 2026, PSG kini resmi bergabung dalam kelompok eksklusif klub-klub yang berhasil mempertahankan status sebagai penguasa sepak bola Eropa.
Berdasarkan data OPTA, berikut daftar klub juara Liga Champions/Piala Eropa Beruntun:
Periode Piala Eropa
• Real Madrid (1956, 1957, 1958, 1959, 1960)
• Benfica (1961, 1962)
• Inter Milan (1964, 1965)
• Ajax (1971, 1972, 1973)
• Bayern Muenchen (1974, 1975, 1976)
• Liverpool (1977, 1978)
• Nottingham Forest (1979, 1980)
• AC Milan (1989, 1990)
Periode Liga Champions
• Real Madrid (2016, 2017, 2018)
• Paris Saint-Germain (2025, 2026)
ANTARA









