BORNEONEWS, Palangka Raya – Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah pada minggu pertama bulan Juni 2026.
"Secara umum, kondisi cuaca di seluruh wilayah diprediksi akan dominan berawan, dengan potensi turun hujan berintensitas ringan hingga sedang yang menyebar di sejumlah daerah," ungkapnya, Minggu, 31 Mei 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan, suhu udara di wilayah Kalimantan Tengah akan berada pada kisaran 23°C hingga 34°C, dengan tingkat kelembapan udara berkisar antara 50 persen hingga 100 persen.
Sementara itu, arah angin umumnya bertiup dari Tenggara ke Timur Laut dengan kecepatan mencapai 5 hingga 20 kilometer per jam.
Khusus untuk wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, prospek mingguan menunjukkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang.
Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai maupun nelayan yang melaut, mengingat perubahan kondisi alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pihaknya juga mengeluarkan peringatan dini bagi seluruh warga Kalimantan Tengah untuk tetap waspada terhadap potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat. Curah hujan tersebut diperkirakan dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang yang berpotensi terjadi di berbagai lokasi.
Selain itu, terdapat pula peringatan mengenai kemungkinan hujan lokal berintensitas sedang hingga lebat namun berdurasi singkat.
Fenomena ini berisiko disertai angin kencang hingga angin puting beliung, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan setiap kali cuaca berubah secara drastis.
Lian juga mengingatkan dampak yang mungkin ditimbulkan dari kondisi cuaca tersebut, seperti terjadinya genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Masyarakat diimbau berhati-hati dan menghindari lokasi yang rawan bencana hidrometeorologi.
Di wilayah pesisir dan perairan selatan, pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus berpotensi menyebabkan hujan lebat dan angin kencang yang dapat menambah tinggi gelombang.
"Warga pesisir dan nelayan diimbau untuk berhati-hati, memperhatikan kondisi laut, dan memastikan keamanan saat beraktivitas di tengah laut," pungkasnya. (PATHUR/j)









