BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit Lundjen, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran.
Peringatan ini disampaikan mengingat sejumlah kasus kebakaran yang terjadi belakangan ini di wilayah kota diketahui berlangsung saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat atau meninggalkan kediamannya.
Urianinu menyebutkan, berdasarkan data dan laporan kejadian yang diterima pihaknya, pola kejadian yang tercatat menunjukkan bahwa api sering kali baru terdeteksi saat penghuni rumah sedang beraktivitas di luar, bekerja, atau pergi keperluan lain.
Kondisi kosongnya rumah saat kebakaran terjadi membuat penanganan awal menjadi terhambat, sehingga api sempat membesar sebelum akhirnya dilaporkan oleh warga sekitar atau terlihat oleh orang yang lewat.
"Kami mengimbau seluruh warga untuk selalu berhati-hati dan memeriksa kembali kondisi rumah sebelum meninggalkannya. Beberapa kejadian terakhir yang kami tangani, kebakaran justru terjadi saat rumah dalam keadaan kosong dan tidak ada penghuni di dalamnya," ungkap Urianinu Napulangit Lundjen, Minggu, 31 Mei 2026.
Menurutnya, kelalaian kecil seperti membiarkan alat elektronik tetap terhubung ke arus listrik, kompor yang belum dimatikan sepenuhnya, atau kabel yang sudah tidak layak pakai namun tidak diperbaiki, menjadi pemicu utama yang sering kali tidak disadari saat pemilik rumah pergi.
Karena tidak ada yang memantau, percikan api kecil bisa berkembang menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, pihak Disdamkarmat meminta masyarakat untuk membudayakan kebiasaan memutus aliran listrik dari sekring utama, memastikan sumber api padam, dan menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas sebelum meninggalkan rumah.
Langkah pencegahan ini dinilai sangat efektif untuk meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.
Pihaknya juga menegaskan akan terus meningkatkan kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman di berbagai titik kota.
"Namun, peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dan memeriksa kondisi tempat tinggal masing-masing dianggap sebagai langkah paling awal dan paling penting untuk mencegah terulangnya musibah kebakaran," pungkasnya. (PATHUR/j)









