BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 142 anak penderita stunting di Kota Palangka Raya menerima alokasi khusus pembagian daging kurban dari Masjid Al Farid pada Iduladha tahun ini.
Ketua Pelaksana Kurban Masjid Al Farid, drh Ganjar Priyatno mengatakan dari total sekitar 800 paket daging kurban yang dibagikan, sebagian di antaranya memang dialokasikan khusus bagi anak-anak stunting.
“Untuk penerima khusus anak stunting ada sebanyak 142 kupon atau 142 anak stunting yang menerima pembagian daging kurban tahun ini,” ujar drh Ganjar pada Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menjelaskan, karena jumlah hewan kurban masih terbatas, pembagian untuk anak stunting sementara hanya mampu menjangkau dua kecamatan, yakni Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Pahandut.
“Karena jumlah sapinya juga terbatas, jadi baru bisa meng-cover anak-anak stunting di Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Pahandut,” katanya lagi.
Ganjar berharap pembagian daging kurban tersebut dapat membantu pemenuhan gizi anak-anak sekaligus menjadi stimulus dalam upaya perbaikan gizi bagi penderita stunting.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi stimulus untuk perbaikan gizi anak-anak stunting di Kota Palangka Raya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DALDUKKBP3APM) Kota Palangka Raya, dr. M. Fitriyanto Leksono, mengapresiasi kepedulian panitia kurban yang telah mengalokasikan pembagian daging secara khusus bagi anak-anak stunting.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan kurban di tempat lain agar semakin banyak pihak yang memberikan perhatian terhadap penanganan stunting di daerah.
Menurutnya, penyaluran bantuan kepada anak-anak stunting dapat dilakukan melalui kader posyandu yang tersebar di setiap kelurahan sehingga penyaluran lebih tepat sasaran.
“Diharapkan ke depan bisa ada alokasi khusus untuk anak-anak stunting melalui kader-kader posyandu di masing-masing kelurahan,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/j)









