BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era digitalisasi yang berkembang semakin pesat.
"Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki komitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda," kata Halikinnor, Minggu, 31 Mei 2026.
Hal tersebut disampaikan Halikinnor setelah Seminar Ilmiah Santri di Era Digitalisasi yang menghadirkan narasumber Dr Habib Muhammad Hanif yang dihadiri ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kotim.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyelenggarakan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dalam membentuk generasi muda, khususnya santri, agar siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan akhlak dan jati diri.
Halikinnor menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun lembaga pendidikan semata. Dibutuhkan peran bersama dari orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat.
"Kita semua memiliki tanggung jawab menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, cerdas, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan moral dan akhlak. Menurutnya, jangan sampai generasi muda memiliki kemampuan teknologi yang tinggi tetapi lemah dalam karakter.
"Jangan sampai generasi muda kita cerdas dalam teknologi, tetapi lemah dalam moral dan akhlak. Jangan sampai kita berbicara tentang generasi emas, tetapi yang dihasilkan justru generasi yang rapuh secara karakter," ujarnya.
Halikinnor menilai pendidikan saat ini harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, sopan santun, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendidik anak di tengah derasnya pengaruh media sosial. Pendidikan, menurutnya, harus dibangun melalui kasih sayang, tanggung jawab, dan keteladanan yang nyata.
"Anak-anak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Halikinnor juga menyoroti peran strategis pondok pesantren dalam menjaga nilai-nilai moral dan membentuk karakter generasi muda. Ia menilai pesantren telah membuktikan ketangguhannya sebagai lembaga pendidikan yang mampu bertahan bahkan saat pandemi Covid-19 melanda.
"Saat banyak sekolah harus menghentikan kegiatan tatap muka atau beralih sepenuhnya ke pembelajaran daring, pesantren tetap mampu menjalankan proses pendidikan dan pembinaan karakter. Ini menunjukkan pentingnya peran pesantren dalam dunia pendidikan," katanya.
Pemkab Kotim terus membuka ruang kolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pengembangan pondok pesantren serta lembaga pendidikan berbasis karakter.
Ia berharap Kotim dapat terus berkembang menjadi daerah yang kuat dalam pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda sebagai fondasi menuju generasi emas Indonesia.
"Kepada para santri, teruslah belajar, berjuang, dan menjaga akhlak. Jadilah generasi yang mampu menjadi cahaya di tengah perubahan zaman," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









