BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kelapa sawit di Kalimantan Tengah dinilai masih memiliki prospek yang baik meskipun menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perubahan kebijakan perdagangan dan isu keberlanjutan.
Pelaku usaha dan organisasi sektor sawit meyakini komoditas tersebut masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah karena menyerap banyak tenaga kerja dan mendukung aktivitas usaha masyarakat.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang menilai berbagai kebijakan pemerintah perlu dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam secara nasional.
"Petani dan pelaku usaha tidak perlu terpancing oleh informasi yang belum jelas karena pemerintah tetap berupaya menjaga iklim investasi dan keberlanjutan industri sawit," kata Rawing pada Minggu, 31 Mei 2026.
Selain memberikan kontribusi ekonomi, lanjutnya, industri sawit juga terus didorong untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik serta peningkatan produktivitas lahan.
"Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani, sektor sawit diharapkan tetap menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Kalimantan Tengah pada masa mendatang," tutur Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini.(TESTI PRISCILLA)









