BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berharap Turnamen Sepak Bola HNR Cup 2 dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus penyaluran bakat pemain muda berbakat di daerah.
"Saya berharap HNR Cup 2 ini dapat menjadi wadah penyaluran bakat dan potensi pemain muda berbakat di Kotim. Melalui ajang ini, kita ingin melahirkan generasi pemain sepak bola yang kelak mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat regional maupun nasional," kata Halikinnor, Minggu, 31 Mei 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi HNR Cup 2 Tahun 2026 di Stadion 29 Nopember Sampit.
Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan turnamen tersebut, mulai dari panitia pelaksana, aparat keamanan, sponsor hingga berbagai elemen masyarakat yang memberikan dukungan.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Ardina sebagai sponsor utama HNR Cup 2 yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan olahraga sepak bola di Kotim.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan dan gotong royong seluruh pihak.
"Komitmen sponsor dalam mendukung turnamen ini menunjukkan bahwa kemajuan olahraga membutuhkan kebersamaan dari semua elemen masyarakat," ujarnya.
Halikinnor menilai sepak bola merupakan olahraga yang memiliki basis penggemar sangat besar di Indonesia, termasuk di Kotim. Karena itu, penyelenggaraan HNR Cup 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana hiburan positif bagi masyarakat.
Selain itu, turnamen yang berlangsung selama kurang lebih 32 hari tersebut diyakini memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif yang beraktivitas di sekitar Stadion 29 Nopember Sampit.
Ia menambahkan, HNR Cup 2 tahun ini memiliki nilai lebih karena diikuti banyak pemain berpengalaman yang pernah tampil di berbagai kompetisi sepak bola nasional.
Kehadiran para pemain tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus pembelajaran bagi para pemain muda di Kotim agar terus meningkatkan kemampuan, menjaga sportivitas, dan memiliki semangat juang tinggi.
"Hadirnya pemain-pemain berpengalaman tentu menjadi motivasi dan contoh yang baik bagi generasi muda untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka," tambahnya.
Dirinya juga mengapresiasi penyelenggaraan HNR Cup 2 yang sepenuhnya didukung sponsor dan swadaya masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan olahraga dan hiburan di Kotim. Halikinnor berharap HNR Cup 2 dapat menjadi role model penyelenggaraan turnamen sepak bola di Kotim pada masa mendatang.
Melalui olahraga masyarakat dapat mempererat silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta membangun kebersamaan tanpa memandang perbedaan.
"Di dalam sepak bola ada kegembiraan saat meraih kemenangan, ada kekecewaan saat mengalami kekalahan, dan ada kebanggaan saat menjadi juara. Semua itu menjadi bagian dari romantisme yang menyatukan kita," tuturnya.
Sejalan dengan tema HNR Cup 2 tahun 2026, yakni sepakbola adalah romantisme cinta yang paling nyata, Halikinnor berharap turnamen tersebut mampu menjadi ajang yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sepak bola. (DEWI PATMALASARI/R)









