SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menggalakkan budaya hidup sehat di kalangan generasi muda melalui kegiatan lomba senam SKJ 2018 dan modern dance yang diikuti oleh pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani tetapi juga menjadi wadah ekspresi kreativitas serta pembentukan karakter olahraga yang disiplin dan sportivitas tinggi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kotim, Muhammad Irfansyah, menjelaskan bahwa senam SKJ 2018 merupakan gerakan rutin yang hampir seluruhnya diterapkan di sekolah-sekolah, dengan target utama generasi muda agar sehat dan tergerak berolahraga sejak dini.

“Salah satu kegiatan kami adalah melaksanakan lomba senam SKJ 2018 dan modern dance kepada peserta yang terdiri dari anak-anak SLTA sebagai generasi muda. Senam SKJ 2018 ini hampir semua guru olahraga sudah menguasainya. Nanti ada versi tahun 2022 yang tengah kami akan sosialisasikan,” ungkap Irfansyah, Minggu, 31 Mei 2026.

Kegiatan lomba senam SKJ 2018 dan modern dance itu dilaksanakan di Citimall Sampit sehingga menarik perhatian pengunjung mall tersebut lantaran penampilan peserta yang luar biasa energik dan menarik. 

Irfansyah menambahkan, modern dance menjadi inovasi yang disandingkan dengan senam tradisional SKJ agar sesuai dengan minat generasi Z yang lebih mencintai kreasi dan ekspresi bebas.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan ini, anak-anak kita bisa sehat dan membudayakan olahraga. Modern dance juga merupakan bentuk kreativitas generasi muda yang tidak bisa dibatasi,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 10 tim sekolah SLTA, jumlah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme pelajar yang berkembang.

Ketua panitia lomba, Arga Asmaradana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga dengan DPRD Kotim sebagai bagian dari program prioritas untuk membangun generasi muda yang bugar, aktif, dan berdaya saing.

“Tujuan utamanya adalah mendorong budaya hidup olahraga serta meningkatkan kebugaran jasmani masyarakat, khususnya pelajar SMA dan SMK sederajat,” ujar Arga.

Menurutnya, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan gaya hidup yang harus dibudayakan sejak dini untuk membentuk karakter disiplin, kerjasama, dan mental tangguh generasi muda.

“Pelajar adalah agen perubahan yang dapat menyebarkan semangat hidup sehat. Dengan membiasakan aktivitas olahraga, mereka menjadi motor penggerak terciptanya masyarakat Kotim yang sehat, produktif, dan berdaya tahan,” tambah Arga.

Lomba senam SKJ 2018 mengajarkan pentingnya gerakan bersama yang terstruktur dan penuh semangat, sementara ajang modern dance membuka ruang bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas dan inovasi mereka secara edukatif dan kompetitif.

Dengan program tersebut, Kotawaringin Timur berharap dapat membentuk generasi penerus yang tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga kuat mental dan mampu berprestasi di berbagai bidang.  (DEVIANA/R)