BORNEONEWS, Sampit – Mantan pemain Timnas Indonesia yang saat ini aktif menjadi asisten pelatih klub Liga 1 PS Barito Putera, Isnan Ali, mendorong penyelenggaraan kompetisi sepak bola usia dini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai upaya menjaring bibit-bibit pesepak bola berbakat dari daerah.
"Saya melihat antusias masyarakat di Sampit luar biasa. Terima kasih kepada panitia HNR Cup 2 yang sudah mengundang kami. Mudah-mudahan turnamen ini berjalan lancar dan sukses sampai selesai," kata Isnan Ali, Minggu, 31 Mei 2026.
Hal itu disampaikannya saat bermain pada laga ekshibisi pembukaan turnamen HNR Cup 2 bersama Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, dan Shohei Matsunaga di Stadion 29 Nopember Sampit.
Ia mengungkapkan, kehadirannya bersama sejumlah mantan pemain nasional dalam laga ekshibisi tidak hanya untuk menghibur masyarakat, tetapi juga memberikan motivasi kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Menurutnya, kompetisi usia dini perlu menjadi agenda berkelanjutan karena merupakan wadah penting untuk memantau dan menemukan pemain-pemain potensial dari daerah.
"Kami sudah berdiskusi dengan panitia dan Bupati. Harapannya ke depan bukan hanya kompetisi senior, tetapi juga ada kompetisi usia dini sehingga kami bisa melihat langsung potensi anak-anak dari daerah," ujarnya.
Ia menyebut sejumlah mantan pemain nasional seperti Ilham Jaya Kesuma dan Zaenal Arif yang hadir di Sampit saat ini juga aktif membina pemain muda melalui akademi dan klub profesional.
Ia menilai jalur pembinaan usia muda di Indonesia saat ini semakin terbuka. Klub-klub profesional memiliki jenjang pembinaan mulai kelompok umur 16 tahun, 18 tahun, hingga 20 tahun sebelum masuk tim senior.
"Kalau ada pemain muda yang punya potensi, kemampuan dan kemauan untuk berkembang, tentu peluang itu terbuka. Kenapa tidak kita beri kesempatan mereka untuk berkembang menjadi pemain profesional," katanya.
Isnan juga berpesan kepada para atlet muda yang bercita-cita membela Timnas Indonesia agar mengutamakan disiplin dan kerja keras dalam berlatih.
Menurutnya, kualitas teknik harus dibarengi dengan sikap dan karakter yang baik.
"Disiplin itu penting. Menjaga waktu istirahat, bekerja keras saat latihan, terus belajar, dan yang paling penting menjaga etitut. Pemain muda juga harus punya keberanian untuk berkembang dan percaya diri menunjukkan kemampuannya," tegasnya.
Pria asal Makassar tersebut berharap semakin banyak pemain berbakat lahir dari daerah, tidak hanya dari pusat-pusat pembinaan sepak bola di Pulau Jawa.
Ia mengaku ingin berkontribusi membuka jalan bagi talenta muda daerah, sebagaimana dirinya pernah mendapat kesempatan dan dukungan hingga mampu menembus level profesional dan Timnas Indonesia.
"saya ingin melihat banyak pemain-pemain yang muncul di daerah-daerah, bukan hanya di pusat di Jawa. Karena saya juga kan berasal dari Makassar. Saya sangat dibantu sama orang yang sudah membantu saya membawa saya ke Banjarmasin. Setidaknya, dengan apa yang sudah diberikan kepada saya, saya bisa memberikan kebaikan itu, contohnya seperti saya hadir di Kotawaringin Timur (Kotim)" pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









