BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, memberikan piagam penghargaan kepada Andre Hamid Prayoga, pegawai Lapas Kelas IIA Palangka Raya.
Penghargaan ini diserahkan pada Senin, 1 Juni 2026, sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas keberhasilan Andre dalam menggagalkan percobaan pelarian yang dilakukan oleh seorang warga binaan beberapa waktu lalu.
Saat insiden percobaan pelarian terjadi, Andre dinilai mampu memberikan respons cepat dan mengambil tindakan yang tepat serta akurat, sehingga upaya warga binaan untuk kabur dapat digagalkan sepenuhnya sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.
Dalam sambutannya, I Putu Murdiana menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata kesiapan aparat pemasyarakatan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lembaga.
Ia memuji ketegasan dan keberanian yang ditunjukkan Andre Hamid Prayoga dalam menjaga garis pertahanan keamanan lapas.
“Keberhasilan menggagalkan upaya pelarian ini menunjukkan bahwa petugas kita selalu siap dan siaga dalam menjalankan tugas. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Saudara Andre Hamid Prayoga yang telah menunjukkan profesionalisme, ketegasan, dan keberanian dalam menjaga keamanan lapas,” ujar I Putu Murdiana
Kakanwil menekankan bahwa keamanan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya bergantung pada kelengkapan sarana dan prasarana, namun sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, kedisiplinan, dan tingkat kewaspadaan tinggi.
Oleh karena itu, setiap petugas dituntut untuk senantiasa meningkatkan kesiapan diri dalam setiap pelaksanaan tugas harian.
Lebih lanjut ia menjelaskan, penghargaan yang diberikan kepada Andre bukan sekadar apresiasi individu, melainkan pesan dan motivasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan.
Hal ini bertujuan agar seluruh petugas terus bekerja dengan penuh dedikasi dan menjunjung tinggi tanggung jawab selaku garda terdepan pengamanan lembaga pemasyarakatan.
“Petugas pemasyarakatan harus selalu waspada terhadap setiap potensi gangguan keamanan. Kesiapan dan kesigapan merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya pelanggaran maupun insiden yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas dan rutan,” tegasnya.
I Putu Murdiana juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada kewaspadaan dan profesionalisme.
Seluruh petugas diharapkan terus meningkatkan kompetensi, memperkuat sinergi antarpersonel, serta konsisten menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap tindakan.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi contoh dan inspirasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan. Kita ingin membangun budaya kerja yang responsif, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan sehingga keamanan dan ketertiban di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Kalimantan Tengah dapat terus terjaga dengan optimal,” pungkas. (PATHUR/y)









