SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Hujan yang masih sering melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beberapa waktu lalu membuat sejumlah daerah di wilayah itu terdampak banjir. Meski demikian, kondisi itu tidak mempengaruhi pertanian. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto menyatakan bahwa lahan-lahan produksi pertanian masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan akibat genangan air yang terjadi.

“Sejauh ini sih belum, belum terdampak terlalu parah ya untuk pertanian di Kotim,” ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi lebih banyak berdampak pada pemukiman warga, terutama akibat saluran drainase yang tidak lancar sehingga air meluap ke area perumahan pada beberapa waktu lalu. 

“Kebanyakan banjir ini memang karena air di saluran pasang, dan lebih banyak berdampak ke pemukiman. Masalahnya ada di saluran drainase yang mungkin tidak terlalu lancar,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi curah hujan yang cukup tinggi justru memberikan manfaat bagi lahan pertanian, khususnya dalam menjaga pasokan air irigasi untuk sawah dan tanaman pangan lainnya.

“Untuk lahan pertanian sendiri, memang dengan banyaknya air ini sebenarnya bagus. Saluran irigasi masih dalam batas aman dan belum sampai menyebabkan sawah terendam banjir,” jelas pejabat tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca serta curah hujan yang sedang berlangsung masih jauh dari kata ekstrim dan sebenarnya sangat membantu pertumbuhan tanaman padi dan komoditas pangan lain yang sangat membutuhkan ketersediaan air.

“Ini justru dampak positif. Walaupun sempat diprediksi akan memasuki musim kemarau, hujan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian sehingga pertumbuhan tanaman masih relatif bagus,” jelasnya. 

Pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan bahwa perkembangan kondisi cuaca dan banjir tidak mengganggu produksi pangan di wilayah tersebut. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya upaya pengelolaan aliran air dan perbaikan saluran drainase untuk menekan dampak banjir lebih lanjut khususnya bagi masyarakat pemukiman sekitar lahan pertanian.

“Kita tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, namun untuk saat ini keadaan pertanian masih stabil dan membaik,” pungkasnya. (DEVIANA/y)