TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisdagkopUKM) kembali menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok strategis, termasuk ribuan kilogram beras dan ratusan tabung LPG 3 kilogram bersubsidi untuk masyarakat.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di halaman Kantor DisdagkopUKM Barito Timur. 

Program ini merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Pasar murah terselenggara melalui kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Buntok dan PT Barito Utama Sakti sebagai agen LPG 3 kilogram bersubsidi. Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar, mulai dari beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih hingga LPG subsidi.

Kepala Bidang Perdagangan DisdagkopUKM Barito Timur, Wachid Sarbani, mengatakan Gerakan Pasar Murah menjadi salah satu instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

“Gerakan Pasar Murah ini merupakan salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga dan stabilitas harga pangan bisa dipertahankan,” ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, DisdagkopUKM menyiapkan Beras Premium Punokawan kemasan 5 kilogram sebanyak 2.500 kilogram yang dijual seharga Rp77 ribu per kemasan. Selain itu, tersedia beras medium SPHP kemasan 5 kilogram sebanyak 3.300 kilogram dengan harga Rp58 ribu per kemasan.

Komoditas lainnya yang disiapkan yakni gula premium Gulavit kemasan 1 kilogram sebanyak 1.000 kilogram dengan harga Rp19 ribu per kilogram. Minyak goreng Minyakita kemasan 1 liter tersedia sebanyak 1.200 liter dengan harga Rp15.500 per liter.

Sementara itu, bawang merah disediakan sebanyak 150 kilogram dengan harga Rp53 ribu per kilogram dan bawang putih sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp30 ribu per kilogram.

Tidak hanya bahan pangan, pemerintah daerah juga menyiapkan 300 tabung isi LPG 3 kilogram yang dijual dengan harga Rp19.500 per tabung. Ketersediaan berbagai komoditas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan gejolak harga di pasaran.

Wachid menegaskan, penyelenggaraan pasar murah bukan semata-mata menyediakan bahan pokok dengan harga lebih rendah, tetapi juga menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Stok yang tersedia cukup banyak, namun tetap terbatas sehingga diharapkan warga dapat datang lebih awal dan berbelanja sesuai kebutuhan,” katanya.

Menurut Wachid, Gerakan Pasar Murah memiliki sejumlah tujuan strategis, yakni menekan inflasi daerah, membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, serta menjaga stabilitas harga pangan di Barito Timur.

Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga dan mendukung stabilitas ekonomi daerah. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)