SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemain Sepak bola muda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) megikuti turnamen Sepak Bola HNR Cup 2 Tahun 2026 berpeluang berlatih di klub profesional.

"Tadi kita sudah berbicara tentang masa depan sepak bola kita dengan rencana memberikan pelatihan kepada beberapa pemain untuk mengikuti latihan di level profesional," kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, Senin, 1 Juni 2026.

HNR Cup 2 yang diikuti 64 tim dari Sampit, Kabupaten Seruyan, dan Kabupaten Kotawaringin Barat berlangsung mulai 31 Mei hingga 5 Juli 2026 di Stadion 29 November Sampit. Turnamen tersebut menghadirkan 3 mantan pemain Timnas Indonesia dan pemain asing legenda Persib Bandung pada laga ekshibisi pembukaan.

Lanjut Halikinnor, kehadiran mantan pemain Timnas Indonesia dalam HNR Cup 2 menjadi momentum penting untuk menjaring bibit-bibit unggul dari Kotim maupun daerah sekitar.

Para legenda sepak bola tersebut akan memantau langsung jalannya pertandingan dan menilai pemain yang memiliki kualitas menonjol.

Ia menjelaskan, pemain yang dianggap memiliki bakat, kemampuan teknik, dan potensi berkembang akan direkomendasikan mengikuti program pembinaan lanjutan di Bandung.

"Kalau ada anak-anak kita yang memiliki talenta dan bakat, nanti bisa dibawa ke sana untuk dilatih hingga menjadi pemain profesional," ujarnya.

Halikinnor berharap peluang tersebut dapat memacu semangat para peserta turnamen untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan. Menurutnya, pembinaan usia muda merupakan investasi penting bagi masa depan sepak bola daerah.

Kehadiran mantan pemain Timnas Indonesia seperti Isnan Ali, Zaenal Arif, dan Ilham Jaya Kesuma, serta mantan pemain Persib Bandung asal Jepang, Shohei Matsunaga, dinilai menjadi nilai tambah dalam proses pembinaan dan pencarian bakat tersebut.

"Kami ingin dari turnamen ini lahir pemain-pemain yang mampu membawa nama baik Kotim di tingkat regional maupun nasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HNR Cup 2 Tahun 2026 Akhmad Bashudin menjelaskan, para legenda sepak bola yang hadir akan berperan sebagai pemandu bakat selama kompetisi berlangsung.

Menurutnya, setiap pertandingan akan menjadi bahan penilaian untuk melihat pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Nama-nama yang dianggap potensial nantinya akan direkomendasikan untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

"Ada tim pemandu bakat yang akan mengamati jalannya pertandingan. Pemain yang menonjol akan dicatat dan direkomendasikan kepada para legenda sepak bola yang hadir," ujarnya.

Ia menambahkan, aspek yang menjadi perhatian dalam proses seleksi tidak hanya kemampuan teknik, tetapi juga kondisi fisik, mental bertanding, disiplin, dan sikap pemain di dalam maupun luar lapangan. Prioritas diberikan kepada pemain berusia di bawah 20 tahun yang memiliki peluang besar untuk dibina lebih lanjut.

Sekitar 10 pemain terbaik direncanakan akan mengikuti tahapan seleksi dan try out sebelum memperoleh kesempatan menjalani program pembinaan profesional. (DEWI PATMALASARI/y)