BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pulang Pisau menggelar seleksi fisik calon peserta Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama di Stadion H.M. Sanusi, Selasa, 2 Juni 2026.
Seleksi tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah peserta dinyatakan lulus administrasi. Program ini ditujukan untuk menyiapkan tenaga keamanan yang kompeten sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Pulang Pisau, drg. Sopiyah, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti tes fisik telah lolos seleksi administrasi pada tahap sebelumnya.
"Ini merupakan tahapan seleksi fisik untuk mengikuti Pelatihan Satuan Pengamanan Kualifikasi Gada Pratama. Sebelumnya mereka sudah melalui seleksi administrasi, dan yang lulus administrasi mengikuti seleksi fisik hari ini," katanya.
Dari 41 peserta yang mengikuti seleksi fisik, hanya 13 orang yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 17 Juni 2026 di Palangka Raya.
Menurut Sopiyah, tes fisik menjadi tahapan penting untuk memastikan peserta memiliki kesiapan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga memperoleh sertifikat kompetensi.
"Biasanya peserta yang sudah lolos seleksi dan mengikuti pelatihan akan mampu menyelesaikannya dengan baik. Karena itu seleksi fisik ini sangat menentukan untuk memastikan mereka benar-benar siap mengikuti pelatihan," ujarnya.
Disnakertrans Pulang Pisau menggandeng Prima Security Indonesia sebagai mitra pelatihan dan penyaluran tenaga kerja. Melalui kerja sama tersebut, peserta yang lulus pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja.
"Kami bersyukur pihak Prima Security Indonesia memiliki jaringan kerja sama dengan berbagai instansi dan perusahaan yang membutuhkan tenaga satuan pengamanan. Setelah lulus pelatihan dan memiliki sertifikat, peluang mereka untuk diterima bekerja tentu akan lebih besar," jelasnya.
Sopiyah berharap peserta yang mengikuti pelatihan nantinya memiliki kesiapan untuk ditempatkan bekerja di berbagai wilayah sesuai kebutuhan perusahaan. Menurutnya, pelatihan gratis yang difasilitasi pemerintah daerah merupakan kesempatan berharga bagi pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing.
"Harapan kami, setelah selesai pelatihan mereka benar-benar siap bekerja. Pemerintah daerah sudah memfasilitasi pelatihan tanpa biaya, sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," katanya.
Ia menambahkan, program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain berpeluang bekerja di Pulang Pisau, lulusan pelatihan juga berkesempatan mengisi kebutuhan tenaga keamanan di berbagai daerah di Kalimantan Tengah melalui perusahaan mitra.
Sopiyah mengungkapkan pemerintah daerah juga berupaya mengusulkan tambahan anggaran agar program serupa dapat kembali dilaksanakan pada gelombang berikutnya pada 2026.
"Mudah-mudahan ke depan ada tambahan anggaran sehingga kita bisa kembali membuka pelatihan angkatan kedua dan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan serta pekerjaan," tutupnya. (RETHA/j)









