BORNEONEWS, Palangka Raya - Peserta GenSawit 2026 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai peran strategis industri kelapa sawit melalui paparan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan organisasi petani sawit. Kegiatan yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP tersebut menekankan pentingnya pengembangan industri sawit yang berkelanjutan demi menjaga kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, menyampaikan materi mengenai peran komoditas kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia serta pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengembangannya.
Menurut Prof. Yanto, kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, hingga penguatan ekonomi di berbagai daerah. Namun, keberlanjutan harus menjadi perhatian utama agar industri ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan.
“Pembangunan industri sawit yang berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” kata Prof Yanto dalam rilis BPDP pada Selasa, 2 Juni 2026.
Sementara itu, Ketua Departemen SDM dan Hubungan Internasional DPP APKASINDO, Djono Albar Burhan, menjelaskan bahwa industri sawit tidak hanya identik dengan perusahaan besar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani rakyat di Indonesia. Keberadaan sektor ini memberikan dampak ekonomi yang luas melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
"Dukungan terhadap petani perlu terus diperkuat melalui peningkatan produktivitas, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan," tambahnya.
Melalui kegiatan GenSawit 2026, BPDP berharap generasi muda tidak hanya memahami peran strategis sawit, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, penelitian, teknologi, dan narasi berbasis data untuk mendukung masa depan industri sawit Indonesia yang berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)









