KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Di tengah kabar gembira mengenai kesempatan Umar (16), remaja asal Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir untuk kembali bersekolah, terdapat kisah lain yang tak banyak diketahui publik. Salah satu dokumen penting miliknya, yakni ijazah SD, ternyata sempat dibakar dan mengalami kerusakan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai menghambat proses pendaftaran Umar ke SMKN 3 Kuala Kapuas. Berkat dokumen yang masih dapat diselamatkan dan berbagai upaya pendampingan yang dilakukan, seluruh persyaratan administrasi akhirnya berhasil dilengkapi.

Informasi tersebut disampaikan Ceni Fernando, guru SMKN 1 Kapuas Murung yang sejak awal turut membantu proses pendampingan pendidikan Umar setelah kisahnya menjadi perhatian masyarakat. "Ijazah SD-nya sempat dibakar, tapi masih bisa diselamatkan," ujar Ceni kepada BORNEONEWS, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Ceni, proses pendaftaran Umar sebenarnya telah dimulai sejak Jumat lalu atas arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Reza Prabowo. Saat itu Umar mengambil formulir pendaftaran untuk kemudian melengkapi berbagai berkas yang diperlukan.

Setelah melalui proses tersebut, seluruh dokumen yang menjadi persyaratan akhirnya dinyatakan lengkap. Dengan demikian, proses pendaftaran Umar ke SMKN 3 Kuala Kapuas dapat dilanjutkan sesuai rencana.

Ceni mengaku dirinya tidak memiliki hubungan keluarga dengan Umar. Namun sebagai seorang pendidik, ia merasa prihatin melihat seorang remaja yang memiliki keinginan kuat untuk bersekolah tetapi harus menjalani berbagai keterbatasan dalam mewujudkan cita-citanya.

Kepedulian itu kemudian mendorong dirinya membantu menyampaikan kondisi Umar kepada berbagai pihak. Perhatian yang muncul setelah kisah Umar viral di media sosial akhirnya membuka jalan bagi remaja tersebut untuk kembali memperoleh akses pendidikan.

Selain didaftarkan ke SMKN 3 Kuala Kapuas, Umar juga disebut akan mendapatkan berbagai dukungan selama menjalani pendidikan, mulai dari tempat tinggal di asrama, perlengkapan sekolah, pakaian, hingga bantuan lainnya.

Dari sebuah ijazah yang sempat dibakar namun berhasil diselamatkan, Umar kini bersiap menatap lembaran baru dalam hidupnya dengan harapan yang kembali terbuka. (SABRIANOOR)