SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pemerintah daerah membangun fasilitas olahraga basket sebagai upaya mendukung pembinaan atlet dan pengembangan prestasi cabang olahraga tersebut.

"Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan fasilitas basket di Kotim ini. Sampai saat ini untuk lapangan basket indoor belum ada," kata Ketua Perbasi Kotim Hendra Sia, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga lain telah memiliki fasilitas yang memadai, sementara basket masih belum memiliki venue khusus yang dapat digunakan secara optimal oleh atlet maupun klub. "Kalau olahraga yang lain sudah ada, voli ada, badminton ada, tapi basket belum ada," ujarnya.

Selain pembangunan gedung basket indoor, Hendra menilai keberadaan lapangan basket outdoor milik pemerintah daerah juga sangat diperlukan.

Fasilitas tersebut dinilai dapat membantu penyelenggaraan kompetisi sekaligus mengurangi biaya operasional yang selama ini harus dikeluarkan untuk menyewa lapangan.

"Minimal kami minta pemerintah daerah menyiapkan lapangan outdoor dulu. Fasilitas outdoor pun masih bisa kami gunakan. Kasihan kalau setiap mengadakan event harus menyewa lapangan," katanya.

Ia berharap Bupati Kotim dan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana olahraga basket agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal.

Di sisi lain, Perbasi Kotim saat ini juga tengah mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah yang akan digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pria yang arab disapa Sinyo tersebut mengungkapkan, pihaknya telah mendaftarkan atlet setelah melaksanakan dua kali proses seleksi menggunakan anggaran pribadi Perbasi. Namun, pemusatan latihan atau training center (TC) masih menunggu pencairan anggaran dari KONI.

"Kami sudah mengeluarkan anggaran pribadi Perbasi untuk seleksi atlet. Tinggal pematangan TC ke depan sambil menunggu anggaran dari KONI turun," ujarnya.

Saat ini Perbasi Kotim membawahi 15 klub basket yang aktif melakukan pembinaan atlet, terutama kalangan pelajar SMA. Namun pembinaan tersebut masih dilakukan secara mandiri oleh masing-masing klub.

"Ada 15 klub yang aktif. Klub-klub inilah yang selama ini membina atlet-atlet muda, terutama anak-anak sekolah. Mereka masih dibina oleh klub, belum langsung oleh Perbasi," jelasnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Perbasi tetap berkomitmen mengikuti Porprov 2026. Apalagi pada Porprov sebelumnya tim basket putri Kotim berhasil meraih medali emas, sedangkan tim putra menyumbangkan medali perunggu.

Namun demikian, ia mengakui target mempertahankan prestasi tidak mudah karena pembinaan basket di Kotim sempat terhenti dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami pengurus baru dilantik awal tahun ini. Pembinaan basket sempat vakum sejak setahun terakhir, jadi tentu cukup berat untuk mengejar ketertinggalan," ujarnya.

Untuk Porprov mendatang, Perbasi Kotim telah mendaftarkan tiga nomor pertandingan, yakni tim putri 5x5, putri 3x3, dan putra 3x3. Sementara tim putra 5x5 belum didaftarkan karena keterbatasan komposisi pemain.

"Keikutsertaan Porprov kami menunggu KONI. Yang pasti kami sudah mendaftarkan atlet. Kalau KONI mendaftar, kami pasti mendaftar. Kalau misalnya KONI tidak mendaftar tidak mungkin kami mendaftar sendirian," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)