PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, meminta kepada seluruh pejabat untuk bersikap lebih adaptif terhadap dinamika perubahan zaman.

Langkah ini guna melahirkan terobosan serta inovasi baru yang dapat mendongkrak kualitas pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat setempat.

Ia menekankan bahwa tantangan di era digital dan globalisasi saat ini menuntut aparatur sipil negara (ASN), khususnya para pemangku kebijakan, untuk tidak lagi bekerja secara konvensional.

Menurutnya, kepemimpinan yang kaku dan lambat dalam merespons perkembangan teknologi hanya akan menghambat jalannya roda pemerintahan dan memperpanjang birokrasi yang berbelit-belit.

Oleh sebab itu Zaini mendorong para pejabat agar terus mengasah kompetensi, berpikir kreatif, serta melek terhadap perkembangan teknologi informasi.

"Pemanfaatan digitalisasi dalam sistem pemerintahan diharapkan mampu memotong jalur birokrasi yang panjang, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan jauh lebih cepat, transparan dan efisien," katanya, Rabu, 3 Juni 2026.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa lahirnya sebuah inovasi bukan sekadar untuk mengejar pengakuan atau penghargaan formal belaka.

Inovasi yang diciptakan harus berdampak nyata, tepat sasaran, serta mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi oleh warga.

Sinergi dan kolaborasi antarinstansi juga menjadi poin penting yang disoroti oleh Wakil Wali Kota. Ia berharap ego sektoral antar-dinas dapat dihilangkan, sehingga program-program pelayanan publik yang terintegrasi dapat terwujud dengan baik demi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Ia menegaskan Pemko Palangka Raya akan terus mengevaluasi kinerja para pejabat secara berkala. Komitmen untuk menjadi pelayan masyarakat yang adaptif dan solutif harus tertanam kuat di dalam diri setiap aparatur, demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, modern, dan berorientasi pada kepuasan publik. (HENDRI)