PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat pencegahan korupsi terus menunjukkan hasil positif.

Berbagai indikator penilaian yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menempatkan Kota Palangka Raya sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik di Kalimantan Tengah.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan bahwa upaya membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel dilakukan secara konsisten melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik.

Menurut Fairid, capaian tersebut tercermin dari hasil Monitoring Center for Prevention (MCP) atau MCSP KPK 2025. Kota Palangka Raya berhasil memperoleh nilai 89,11 dan menempati peringkat pertama di Kalimantan Tengah.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah pencegahan korupsi yang dilakukan secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil yang baik. Namun, ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang berintegritas,” ujarnya pada kegiatan Bimtek Kota Antikorupsi Tahun 2026 di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu 3 Juni 2026.

Selain itu, prestasi membanggakan juga diraih Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) Pemerintah Kota Palangka Raya. Berdasarkan hasil evaluasi 2025, UPG Pemko Palangka Raya berhasil meraih peringkat kedua kategori kabupaten/kota se-Indonesia dengan nilai 94,40, serta masuk peringkat sembilan nasional lintas pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan kementerian/lembaga.

Fairid menegaskan, berbagai penghargaan dan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam membangun budaya antikorupsi.

Ia berharap prestasi yang telah diraih dapat menjadi fondasi kuat bagi Palangka Raya untuk mewujudkan target sebagai kota yang bersih, transparan, dan berintegritas serta menjadi percontohan Kota Antikorupsi di Indonesia. (MARINI/R)