BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa predikat Kota Antikorupsi yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Palangka Raya bukan sekadar penghargaan atau capaian administratif.
Menurutnya, predikat tersebut merupakan cerminan komitmen nyata dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Pernyataan itu disampaikan, Fairid saat membuka Bimbingan Teknis Kota Antikorupsi Tahun 2026 yang digelar di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari proses pembinaan setelah Palangka Raya ditetapkan sebagai calon percontohan Kota Antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
“Predikat Kota Antikorupsi bukanlah sekadar capaian administratif atau simbol penghargaan semata. Lebih dari itu, ini adalah representasi dari komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan berintegritas,” tegas Fairid, Rabu 3 Mei 2026.
Ia mengatakan, pembangunan budaya antikorupsi harus menjadi bagian dari sistem kerja pemerintahan, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah didorong untuk terus memperkuat pengawasan dan menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Fairid juga menyebutkan bahwa Pemko Palangka Raya telah membentuk tim kelompok kerja rencana aksi penilaian Kota Antikorupsi yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah.
Tim tersebut bertugas memastikan pemenuhan indikator penilaian sekaligus memperkuat langkah pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
"Keberhasilan mewujudkan Kota Antikorupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, Palangka Raya diharapkan mampu menjadi daerah percontohan yang menghadirkan pemerintahan bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat," tegas Fairid. (MARINI)









