PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan webinar internasional Pelatihan Literasi & Aplikasi Smart PMI untuk PMI di Korea Selatan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman keuangan para Pekerja Migran Indonesia atau PMI sekaligus memperkuat perlindungan mereka dari berbagai risiko keuangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, diwakili Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi. Ia menyampaikan materi mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang bijak, pengelolaan pendapatan, budaya menabung, hingga pemilihan instrumen investasi yang legal dan diawasi oleh otoritas berwenang.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus penipuan yang marak terjadi di era digital. Edukasi tersebut mencakup pengenalan investasi ilegal, penawaran keuntungan tidak wajar, hingga berbagai bentuk kejahatan siber yang kerap menyasar masyarakat, termasuk pekerja migran.

Pada kesempatan tersebut, OJK Provinsi Kalimantan Tengah turut memperkenalkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI dan Keluarga yang telah diluncurkan pada November 2025. Buku tersebut disusun sebagai panduan praktis yang dapat membantu PMI dan keluarganya dalam merencanakan, mengelola, serta mengembangkan keuangan secara berkelanjutan.

“Literasi keuangan bagi PMI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur uang, tetapi juga merupakan upaya perlindungan diri. PMI yang terliterasi dengan baik akan lebih mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, terhindar dari jeratan aktivitas keuangan ilegal, serta dapat memanfaatkan hasil kerjanya untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” kata Ika Budhi Pratiwi dalam rilis OJK Kalteng pada Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu kunci agar PMI dapat memaksimalkan manfaat ekonomi dari hasil kerja di luar negeri.

"Dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, PMI diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/j)