PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 19 wadah makanan atau ompreng Program Makan Bergizi (MBG) terjatuh dari kendaraan distribusi saat dalam perjalanan menuju SMKN 3 Palangka Raya, Selasa, 2 Juni 2026.

Insiden yang terjadi di kawasan Bundaran Burung, Kelurahan Pahandut Langkai itu disebabkan pintu kotak kargo kendaraan terbuka saat kendaraan melaju.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu pelayanan maupun hak penerima manfaat program.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ketika kendaraan operasional pengangkut makanan mengalami kendala teknis berupa terbukanya pintu kotak kendaraan saat proses distribusi berlangsung.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, insiden tersebut dipicu kelalaian prosedur karena pengemudi tidak memastikan sistem penguncian pintu kendaraan tertutup dan terkunci sempurna sebelum berangkat.

"Berdasarkan hasil evaluasi awal, insiden ini terjadi karena pengemudi tidak memastikan pintu kotak kendaraan terkunci dengan baik sebelum kendaraan beroperasi," ujar Analistra, Rabu, 3 Juni 2026.

Akibat kejadian itu, seluruh 19 ompreng yang terjatuh dinyatakan tidak layak konsumsi dan tidak didistribusikan kepada penerima manfaat.

Namun, tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung menyiapkan makanan pengganti dalam jumlah yang sama sehingga distribusi tetap berjalan sesuai jadwal.

"Kami memastikan seluruh makanan yang terdampak tidak didistribusikan kepada penerima manfaat. Makanan tersebut langsung ditangani sesuai prosedur dan diganti dengan makanan baru untuk menjaga keamanan pangan serta kualitas layanan," tegasnya.

Berkat langkah cepat petugas, seluruh siswa di SMKN 3 Palangka Raya tetap menerima jatah makan tanpa kendala.

Sebagai tindak lanjut, Kepala SPPG telah melaporkan kejadian tersebut kepada koordinator wilayah dan koordinator kecamatan. Bersama mitra kerja dan manajemen SPPG, evaluasi internal juga telah dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kami bersama mitra dan manajemen SPPG telah melakukan evaluasi menyeluruh serta memberikan tindakan tegas kepada petugas yang bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.

Analistra menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang membantu penanganan di lapangan.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memperketat prosedur distribusi makanan pada Program Makan Bergizi ke depan.

"Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi dan berterima kasih kepada semua pihak yang membantu proses penanganan," pungkasnya. (PATHUR/J)