BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui penerapan manajemen kinerja berbasis risiko di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memetakan potensi gratifikasi dan risiko kecurangan (fraud) pada setiap perangkat daerah sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengendalian internal sekaligus membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
"Penerapan manajemen kinerja berbasis risiko menjadi instrumen penting dalam memperkuat sistem pengendalian internal. Setiap perangkat daerah didorong untuk memetakan potensi gratifikasi dan risiko fraud, kemudian melakukan evaluasi serta pemantauan terhadap rencana tindak pengendaliannya," ujar Fairid saat konferensi pers di Aula Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penguatan sistem pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga menitikberatkan pada langkah-langkah pencegahan agar peluang terjadinya praktik korupsi dapat diminimalkan sejak awal.
Dengan pendekatan tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan mampu mengidentifikasi titik-titik rawan penyimpangan dan menyiapkan langkah mitigasi yang tepat.
Fairid menilai penerapan manajemen berbasis risiko merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemko Palangka Raya dalam menciptakan budaya kerja yang berintegritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, langkah tersebut juga menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan Kota Palangka Raya menuju penilaian Kota Antikorupsi yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Seluruh langkah yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk membangun sistem yang kokoh, budaya kerja yang berintegritas, serta memperkuat kepercayaan publik menuju terwujudnya Kota Antikorupsi," tegasnya. (MARINI/J)









