BORNEONEWS, Pulang Pisau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Aula Bapperida Pulang Pisau, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta, unsur Forkopimda, organisasi nonpemerintah (NGO), para camat se-Kabupaten Pulang Pisau, serta kepala desa dari sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Ahmad Jayadikarta mengatakan sosialisasi tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya karhutla pada musim kemarau.
"Hari ini saya mewakili Bupati Pulang Pisau menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan dan pengendalian karhutla. Tadi telah disampaikan materi dari BMKG dan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bekal menghadapi potensi bencana di daerah," ujarnya.
Menurut dia, dari delapan kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau, wilayah yang selama ini tergolong rawan karhutla berada di Kecamatan Jabiren Raya. Meski demikian, kondisi saat ini masih terkendali.
Ia menyebutkan terdapat sekitar 30 titik panas (hotspot) yang terpantau dan lima titik api yang sempat muncul. Namun seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan sehingga hingga kini pemerintah daerah belum menetapkan status tanggap darurat.
"Memang ada sekitar 30 titik hotspot yang terpantau dan lima titik api yang sempat muncul, namun semuanya sudah berhasil dipadamkan. Saat ini Kabupaten Pulang Pisau belum menetapkan status tanggap darurat," katanya.
Jayadikarta menilai kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kemarau panjang yang diselingi hujan dengan intensitas tinggi dinilai dapat memengaruhi upaya mitigasi dan penanganan bencana.
"Kita harus terus waspada karena saat ini cuaca cukup ekstrem. Kemarau berkepanjangan bisa terjadi, tetapi sewaktu-waktu turun hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini harus diantisipasi bersama," tegasnya.
Ia juga mengapresiasi BPBD Pulang Pisau yang terus aktif melakukan sosialisasi dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Selain itu, Kabupaten Pulang Pisau dalam waktu dekat akan menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupa tiga unit kendaraan operasional beserta perlengkapannya untuk mendukung penanganan kebencanaan.
Jayadikarta turut mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah agar melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendukung penanggulangan kebakaran, termasuk memastikan saluran air di lingkungan perkantoran tetap berfungsi dengan baik selama musim kemarau.
"Saya juga mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah untuk melakukan pengecekan terhadap fasilitas pendukung penanggulangan kebakaran. Termasuk memperhatikan saluran air di sekitar perkantoran agar tetap berfungsi dengan baik selama musim kemarau," tandasnya. (RETHA/J)









