BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, menilai penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB) Fisik dan Non Fisik Tahun Anggaran 2027 merupakan langkah strategis dalam mendukung penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Menurutnya, ASB menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap program dan kegiatan yang dianggarkan memiliki dasar perhitungan yang jelas, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Penyusunan Analisis Standar Belanja Fisik dan Non Fisik Tahun Anggaran 2027 merupakan langkah strategis dalam penyusunan APBD. Melalui ASB, perencanaan anggaran dapat dilakukan secara lebih objektif dan terukur,” ujar Hatir, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, ASB juga berfungsi sebagai pedoman dalam menentukan kewajaran biaya suatu kegiatan sehingga dapat mencegah pemborosan anggaran serta mengurangi potensi ketimpangan alokasi belanja antarkegiatan maupun perangkat daerah.
Dengan adanya standar yang jelas, pemerintah daerah dapat menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Selain memperkuat kualitas perencanaan, penerapan ASB dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurut Hatir, hal tersebut penting agar setiap anggaran yang dialokasikan dalam APBD benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia berharap penyusunan ASB Tahun Anggaran 2027 dapat menjadi landasan kuat bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam merancang berbagai program pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap penyusunan ASB Tahun Anggaran 2027 dapat menjadi landasan yang kuat bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam merancang program pembangunan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (MARINI/j)









