BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Bambang Riyanta, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Pekerja Migran Indonesia atau PMI secara menyeluruh agar mampu menghadapi berbagai tantangan selama bekerja di luar negeri.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam webinar internasional bertajuk Pelatihan Literasi & Aplikasi Smart PMI untuk PMI di Korea Selatan yang diikuti para pekerja migran Indonesia yang bekerja dan berdomisili di Korea Selatan.
Menurut Bambang, penguatan kapasitas PMI tidak hanya berkaitan dengan keterampilan kerja, tetapi juga mencakup aspek kesehatan mental, keamanan digital, serta kemampuan mengelola keuangan secara baik dan bertanggung jawab.
“PMI merupakan salah satu aset bangsa yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memiliki bekal pengetahuan yang memadai agar mampu mengelola keuangan dengan bijak, menjaga keamanan digital, serta memahami hak dan perlindungan yang dimiliki selama bekerja di luar negeri,” ujar Bambang dalam rilis OJK Kalteng pada Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menilai edukasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan PMI. Dengan pemahaman yang memadai, para pekerja migran dapat memanfaatkan penghasilannya secara optimal sekaligus menghindari berbagai risiko yang dapat merugikan, termasuk penipuan digital dan penyalahgunaan data pribadi.
"Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas migran, dan berbagai lembaga terkait dapat terus diperkuat guna menghadirkan program-program edukatif yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di luar negeri," tuturnya.
Menurutnya, PMI yang memiliki literasi keuangan, pemahaman keamanan digital, serta kesadaran akan hak-haknya akan lebih siap menghadapi dinamika kehidupan dan pekerjaan di negara penempatan. (TESTI PRISCILLA/H)









