BORNEONEWS, Pulang Pisau - Di tengah menjamurnya berbagai jajanan modern, kue pukis sebagai salah satu jajanan pasar tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Cita rasanya yang manis, lembut, dan gurih membuat kue ini tetap diburu pembeli di Pasar Patanak, Kabupaten Pulang Pisau.
Salah seorang pedagang kue pukis di Pasar Patanak, Anjar, mengaku setiap hari mampu menjual sekitar 500 buah kue pukis dengan harga Rp1.000 per buah. “Sehari sekitar 500 kue terjual. Harganya Rp1.000 per biji,” ujar Anjar. Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, rahasia cita rasa kue pukis yang dijualnya terletak pada penggunaan santan dalam adonan, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dengan rasa gurih yang khas.
Anjar mulai berjualan sejak pukul 06.00 WIB setiap hari. Menariknya, ratusan kue yang ia siapkan biasanya habis terjual hanya dalam waktu sekitar tiga jam.
“Jualan mulai jam enam pagi sampai sekitar jam sembilan sudah habis. Tiga jam saja biasanya 500 biji sudah laku,” katanya.
Tingginya minat masyarakat terhadap kue tradisional tersebut menunjukkan bahwa jajanan pasar masih memiliki penggemar setia dari berbagai kalangan.
Banyak pelanggan yang datang secara rutin untuk menikmati kue pukis sebagai teman sarapan atau camilan pagi. “Lumayan banyak yang suka. Pelanggan juga sudah banyak yang tetap,” ungkapnya.
Anjar berharap kue tradisional seperti pukis tetap lestari dan tidak tergerus oleh perkembangan jajanan modern. Selain menjadi bagian dari warisan kuliner daerah, keberadaan kue tradisional juga menjadi sumber penghasilan bagi para pedagang.
“Harapannya kue tradisional ini tetap ada dan lestari. Kalau tetap ada, kami juga tetap bisa mendapat penghasilan,” tuturnya.
Dari usaha tersebut, Anjar mengaku mampu memperoleh omzet sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Kondisi itu menjadi bukti bahwa kue pukis masih menjadi salah satu jajanan pasar legendaris yang mampu bertahan dan terus diminati masyarakat hingga saat ini. ( RETHA)









