BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Badan Pusat Statistik (BPS) menyiapkan 155 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan.
Kegiatan pendataan ini dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan kunjungan langsung dari rumah ke rumah maupun ke berbagai unit usaha dan perusahaan.
Kepala BPS Kabupaten Seruyan, Much Ar Razik didampingi Ketua Tim Sensus Ekonomi 2026, Cyntia E. Yunitha menjelaskan bahwa petugas akan melakukan pendataan secara langsung kepada masyarakat guna memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi dan aktivitas usaha.
“Pada saat pelaksanaan, petugas kami akan mendatangi door-to-door ke rumah masyarakat, termasuk tempat usaha dan perusahaan guna melakukan pendataan secara langsung,” ujar Much Ar Razik, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia mengharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus dengan memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
Sensus Ekonomi 2026 tidak memiliki kaitan dengan perpajakan. Seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Kegiatan ini tidak terkait dengan pajak. Data individu bersifat rahasia dan dilindungi. Ini merupakan bagian dari dukungan kita dalam memperkuat perencanaan dan evaluasi pembangunan oleh pemerintah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas akan mengumpulkan berbagai informasi terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat serta aktivitas ekonomi yang berlangsung di Kabupaten Seruyan.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Tim Sensus Ekonomi 2026 BPS Seruyan, Cyntia E. Yunitha, mengatakan bahwa sensus kali ini akan mencakup seluruh sektor ekonomi, termasuk perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh di masyarakat.
“SE2026 akan mendata seluruh sektor dan aktivitas ekonomi yang ada di Kabupaten Seruyan, termasuk kegiatan ekonomi digital dan berbagai usaha lainnya,” katanya.
Hasil sensus diharapkan mampu memberikan potret yang lebih komprehensif mengenai kondisi perekonomian daerah. Dengan demikian, pemerintah dapat melakukan penajaman program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara lebih akurat.
“Harapannya melalui potret yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026, penajaman sasaran program pemerintah untuk memberdayakan dan memperkuat aktivitas perekonomian Kabupaten Seruyan dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Data ekonomi yang valid, akurat, dan mutakhir menjadi kebutuhan penting dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. (FAHRUL)









