KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Perum Bulog Sampit terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas harga gabah sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Hingga pertengahan Mei 2026, Bulog telah menyerap sekitar 250 ton gabah hasil panen petani di Kabupaten Seruyan.

Asisten Manajer Pengadaan Perum Bulog Kantor Cabang Sampit, Agung Sudarmanto  mengatakan jumlah serapan tersebut diharapkan terus meningkat seiring berlangsungnya musim panen di wilayah Kabupaten Seruyan.

“Karena masih awal panen, serapan gabah hasil panen petani Seruyan yang masuk ke Bulog sekitar 250 ton. Mudah-mudahan jumlah serapan bisa meningkat ke depannya,” ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam upaya melindungi petani dari fluktuasi harga, pemerintah melalui Bulog telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini menjadi jaring pengaman bagi petani ketika harga gabah di pasaran mengalami penurunan.

Menurutnya, apabila harga gabah di pasar berada di atas HPP yang ditetapkan pemerintah, petani dipersilakan menjual hasil panennya sesuai harga pasar yang berlaku. Namun, jika harga pasar turun di bawah HPP, Bulog siap hadir untuk menyerap hasil panen petani.

“Apabila harga pasar lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah, silakan petani menjualnya sesuai harga pasar. Tetapi apabila harga pasar anjlok di bawah HPP pemerintah, Bulog siap menyerap dan menampung gabah petani,” katanya.

Bulog menegaskan bahwa program penyerapan gabah tidak hanya bertujuan mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga memastikan petani mendapatkan harga yang layak atas hasil panennya.

“Bagi Bulog, tujuannya bukan hanya sebagai perwujudan swasembada pangan saja, tetapi kesejahteraan petani juga sangat utama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Bulog akan terus hadir ketika harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan. Dengan demikian, petani tetap memperoleh harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Pemerintah melalui Bulog akan hadir ketika harga di tingkat petani mengalami penurunan. Kami siap menampung hasil panen sesuai HPP sebesar Rp6.500 per kilogram,” tegasnya.

Dengan adanya penyerapan gabah oleh Bulog, diharapkan petani di Kabupaten Seruyan semakin terlindungi dari gejolak harga pasar, sementara stok pangan nasional tetap terjaga untuk mendukung ketahanan pangan Nasional. (FAHRUL/R)