PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus membuka peluang bagi pelajar daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Program tersebut kini memasuki tahap pemetaan minat negara tujuan studi sekaligus persiapan kemampuan akademik dan bahasa bagi pelajar yang berpotensi melanjutkan pendidikan ke berbagai negara.

Kepala Disdik Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan sejumlah negara menjadi tujuan favorit pelajar, di antaranya Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Prancis, dan Jepang.

“Program ini mulai memasuki tahap pemetaan minat dan persiapan kemampuan akademik serta bahasa bagi pelajar yang berpotensi melanjutkan pendidikan ke berbagai negara,” kata Reza Prabowo di Palangka Raya, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, Disdik Kalteng saat ini mempersiapkan para pelajar melalui pelatihan dan tes kemampuan bahasa asing, seperti TOEFL dan IELTS, sesuai persyaratan negara maupun perguruan tinggi tujuan.

Meski demikian, Reza menjelaskan tidak semua negara mensyaratkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris tersebut. Beberapa universitas memiliki mekanisme seleksi yang berbeda sesuai kebijakan masing-masing.

“Ada negara yang tidak membutuhkan TOEFL, ada juga kampus di Rusia yang tidak membutuhkan tes Bahasa Inggris seperti itu,” ujarnya.

Disdik Kalteng telah melakukan pemetaan terhadap lulusan kelas XII serta siswa kelas X dan XI yang dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Selain pembinaan kemampuan akademik dan bahasa, pemerintah juga membantu pelajar mengakses berbagai informasi pendidikan internasional, termasuk jalur pendaftaran dan program beasiswa yang tersedia di berbagai negara.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap program tersebut, Disdik Kalteng terus memperkuat digitalisasi pendidikan di sekolah melalui penyediaan perangkat digital dan pengembangan modul pembelajaran berbasis teknologi.

Reza menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam menciptakan generasi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.

“Anak-anak Kalteng tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan dunia,” tegasnya.