BORNEONEWS, Sampit – Program Teacher Help Teacher (THT) yang digagas Abdul Rasyid Foundation (ARF) menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak Program Master Teacher 2025 melalui penyebarluasan praktik pembelajaran terbaik kepada guru-guru di sekolah binaan, sehingga peningkatan kompetensi pendidik dapat dirasakan lebih luas di berbagai daerah.
"Program Teacher Help Teacher merupakan tahap penting dalam perjalanan pengembangan Master Teacher," kata Ketua Badan Pengelola Sekolah ARF Joko Susilo, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, guru yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas melalui Master Teacher tidak hanya berperan sebagai peserta pelatihan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membimbing dan menginspirasi rekan sejawat di lingkungan pendidikan.
"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya guru yang mengikuti pelatihan, tetapi sejauh mana praktik-praktik baik tersebut dapat diterapkan dan berkembang di sekolah masing-masing. Itulah semangat Teacher Help Teacher, yakni guru belajar bersama dan saling menguatkan," tambahnya.
Program THT dilaksanakan secara bertahap di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kabupaten Lamandau dengan melibatkan enam Master Teacher ARF yang sebelumnya mengikuti pelatihan selama tiga hari pada Desember 2025.
Di Kabupaten Lamandau, kegiatan berlangsung pada 2-4 Juni 2026 di MI Taawanul Muslimin. Tiga Master Teacher, yakni Suaidi Anshori, Neno, dan Dian, menjadi fasilitator bagi guru-guru dari tujuh sekolah, yaitu MI Taawanul Muslimin, SDN Bukit Jaya 1, SDN Bukit Jaya 2, SDN Sukamaju, SDN Pedongatan, SDN Nuangan, dan SDN Nangpalikodan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Koordinator Wilayah Pendidikan dan Ketua Gugus setempat sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Sementara di Kobar, program serupa dilaksanakan oleh Master Teacher Arum Chandra Wardani, Triana Handayani, dan Supriyanto. Pelatihan menyasar guru sekolah dasar di wilayah Natai Baru dan sekitarnya dengan fokus pada penguatan literasi dan numerasi, pembelajaran aktif, peningkatan kualitas proses belajar mengajar, serta pengembangan komunitas belajar guru.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen ARF bersama perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Selain memberikan manfaat langsung kepada sekolah binaan, kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara yayasan, sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas pendidikan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Program THT memberikan pengalaman belajar yang inspiratif karena menghadirkan suasana berbagi yang setara antar guru. Melalui konsep belajar dari guru untuk guru, ruang berbagi yang tercipta terasa begitu dekat tanpa ada kesan menggurui.
Kegiatan tersebut juga menjadi momen refleksi bagi guru bahwa ada banyak inovasi dan ilmu dari rekan sejawat untuk saling dipelajari.
Ke depan, ARF berencana memperluas pelaksanaan Teacher Help Teacher ke wilayah lainnya sekaligus mengembangkan komunitas Master Teacher sebagai pusat pembelajaran profesional guru yang berkelanjutan.
Melalui program tersebut, ARF berharap peningkatan kualitas pendidikan tidak berhenti pada satu kegiatan pelatihan semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi guru dan peserta didik di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Master Teacher sekaligus fasilitator THT, Suaidi Anshori, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama memfasilitasi kegiatan tersebut.
Ia menilai antusiasme guru-guru dalam berbagi pengalaman dan praktik baik menjadi bukti bahwa pengembangan kompetensi pendidik dapat tumbuh melalui kolaborasi.
"Teacher Help Teacher membuktikan bahwa guru hebat lahir dari guru hebat lainnya. Ini bukan ruang untuk saling menggurui, melainkan tempat untuk bertumbuh bersama. Saya justru belajar banyak dari ide-ide kreatif para guru yang terlibat," ujarnya. (DEWI PATMALASARI/y)









