SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amin Ustad Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar mengingatkan pentingnya menjaga ilmu dan akhlak kepada santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

"Hal yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan adalah ketika kita harus berpisah dengan orang-orang yang paling indah di mata dan paling berharga di hati. Kalian adalah murid-murid yang indah di mata kami dan sangat berharga di hati kami," ujar Ustad Rayyan, Kamis, 4 Juni 2026.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan lepas pisah dan tasyakuran kelulusan siswa SMP dan SMAS IT Salafiyah Darul Amin Tahun Ajaran 2025/2026 yang mengusung tema generasi bersinar dalam ilmu dan akhlak.

Lanjutnya, para santri merupakan sumber semangat bagi para pengajar dalam menjalankan amanah pendidikan di pesantren. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam perjuangan para ustaz dan ustazah untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki.

"Kalianlah yang membuat kami bersemangat menjalankan tugas dan tanggung jawab ini. Dari tangan-tangan kalian pula menjadi wasilah bagi kami untuk meraih ridha Allah SWT," katanya.

Ia mengajak santri dan santriwati untuk mensyukuri telah mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di pondok pesantren. Mulai dari kesempatan memperdalam ilmu agama, mendapatkan bimbingan para guru, hingga menjalankan berbagai ibadah dan amalan sunnah secara istiqamah.

"Kalian patut bersyukur karena telah menghabiskan masa pendidikan dengan menjaga salat lima waktu berjamaah, mengamalkan sunnah Nabi Muhammad SAW, serta terhindar dari pergaulan bebas dan berbagai perbuatan yang dilarang agama," tuturnya.

Ustad Rayyan berpesan agar seluruh ilmu, adab, dan keterampilan yang diperoleh selama di pesantren tetap dijaga dan diamalkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, pondasi keimanan dan akhlak yang telah dibangun selama bertahun-tahun di pesantren harus terus dipertahankan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Peganglah erat ilmu dan adab yang telah kalian dapatkan di sini. Apa yang kalian pelajari selama di pesantren akan menjadi benteng yang menjaga kalian saat hidup di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan setinggi mungkin dan tidak berhenti dalam menuntut ilmu.

"Meneruskan pendidikan hingga sarjana atau menjadi orang yang benar-benar mendalami ilmu agama merupakan jalan terbaik. Jangan pernah patah semangat karena ilmu akan menjaga diri kalian," tambahnya.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan pembinaan karakter anak setelah lulus dari pesantren.

Ia meminta orang tua terus menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, membimbing anak menjaga salat lima waktu, mengawasi penggunaan media sosial, serta menjauhkan mereka dari hal-hal yang dilarang agama.

"Tanamkan kepada anak-anak bahwa pendidikan agama sangat penting. Jadilah teladan dengan menjaga salat berjamaah dan terus mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan berakhlak mulia," ucapnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Darul Amin untuk terus menjaga silaturahmi dan saling mendoakan.

"Anak-anak kita harus selalu didoakan dan dibina agar menjadi amal jariyah bagi orang tua. Semoga hubungan yang telah terjalin selama ini tetap terjaga dan terus diperkuat melalui doa-doa terbaik," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)