PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menciptakan pemerintahan yang bersih tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja.

"Upaya pencegahan korupsi harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya bertumpu pada satu kekuatan saja," katanya, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia meminta seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk menyatukan visi dan bergerak serentak dalam membentengi diri dari tindakan penyelewengan.

Menurutnya, konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas di semua lini kerja menjadi kunci utama agar predikat sebagai kota percontohan antikorupsi dapat diraih.

Lebih dari sekadar penilaian, momentum ini dimanfaatkan Pemko Palangka Raya untuk mengidentifikasi langkah-langkah strategis ke depan.

"Evaluasi berkala akan terus dilakukan guna memastikan bahwa budaya integritas yang dicanangkan benar-benar mengakar di dalam sistem birokrasi sehari-hari," jelasnya.

Melalui sinergi kolektif dan komitmen bersama ini, Pemko optimistis dapat menyukseskan program nasional tersebut. Harapan besarnya adalah meningkatkan kepercayaan publik serta melahirkan kualitas pelayanan yang transparan, profesional, dan bersih dari segala bentuk praktik korupsi. (HENDRI)