BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Provinsi Kalimantan Tengah menggelar In House Training Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor DLH Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema “Meningkatkan Kompetensi, Mengelola Limbah B3 Secara Profesional, Bertanggung Jawab, dan Berkelanjutan”.
Kepala DLH Kalteng, Joni Harta, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Menurutnya, pengelolaan limbah B3 tidak bisa dilakukan sembarangan. Dibutuhkan pemahaman teknis, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan agar limbah berbahaya tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
“Pengelolaan limbah B3 memerlukan keahlian khusus dan kepatuhan yang ketat terhadap aturan, mengingat dampaknya yang besar bagi kelestarian alam dan keselamatan hidup,” ujar Joni, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi aparatur dan pengelola lingkungan agar mampu memahami tata kelola limbah B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan teknis yang memadai dalam menangani limbah B3 secara profesional, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap aparatur dan pengelola lingkungan memiliki bekal ilmu dan kemampuan yang memadai dalam menangani permasalahan ini secara profesional,” katanya.
Joni menambahkan, peningkatan kompetensi SDM menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran.
Ia berharap, pelatihan ini mampu memperkuat kepatuhan terhadap regulasi lingkungan hidup sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih aman di lapangan.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan limbah menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya. (PATHUR/j)









