PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh tahapan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurutnya, agenda sepuluh tahunan ini merupakan instrumen krusial dalam memetakan wajah perekonomian daerah secara riil dan menyeluruh.

Langkah ini dinilai sangat strategis demi menyusun arah kebijakan pembangunan Kota Cantik yang lebih tepat sasaran di masa depan.

Fairid mengungkapkan bahwa data yang akurat dari hasil sensus ini akan menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

"Melalui pemetaan yang valid, potensi-potensi ekonomi baru yang selama ini belum tergarap optimal dapat diidentifikasi dengan baik. Hal ini diharapkan mampu membuka peluang investasi yang lebih luas serta mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat," katanya, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menyoroti perkembangan pesat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di Palangka Raya yang memerlukan basis data terbaru.

Fairid menilai, dinamika usaha yang berubah cepat dalam beberapa tahun terakhir membuat data lama sudah tidak relevan lagi.

"Oleh sebab itu, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum emas untuk memperbarui peta kekuatan ekonomi daerah, khususnya dalam memperkuat sektor domestik," ujarnya.

Guna memastikan kesuksesan agenda nasional ini, Fairid mengimbau seluruh pelaku usaha mulai dari skala mikro hingga korporasi besar untuk bersikap kooperatif saat didatangi oleh petugas BPS.

Ia meminta masyarakat memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya terkait kondisi usaha mereka. Kerahasiaan data yang diberikan pun dipastikan aman dan dilindungi oleh undang-undang, sehingga tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk merasa khawatir atau menutup diri. (HENDRI/j)