SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan pemeliharaan dengan penggantian total lantai Jembatan Jalan Kapten Mulyono Sampit yang kerap disebut Jembatan Patah, akan dilaksanakan tahun ini.

"Ini melalui pengadaan langsung. Saat ini sudah proses pelaksanaan. Laporan dari PPK, rekanan sedang menyiapkan bahan-bahannya untuk pemeliharaan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono Sampit," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan tidak sekadar perbaikan ringan, melainkan penggantian total lantai jembatan yang selama ini kerap mengalami kerusakan.

"Penggantian lantai secara total, baik kayu-kayunya maupun plat besinya. Mudah-mudahan hasilnya bisa bertahan lama sampai nanti kita bangun jembatan yang baru," ujarnya.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Pemkab Kotim mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta.

Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono selama ini menjadi perhatian masyarakat karena kerusakannya yang berulang dan dinilai membahayakan pengguna jalan. 

Tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat yang melintas diduga menjadi salah satu penyebab utama cepat rusaknya lantai jembatan. Kondisi tersebut bahkan sempat memicu kecelakaan tunggal yang mengakibatkan korban jiwa.

Sebagai langkah awal, Dinas SDABMBKPRKP sebelumnya telah melakukan sejumlah upaya pemeliharaan sementara pada bagian yang rusak serta pemasangan dua unit penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya di sekitar lokasi.

Selain itu, rambu-rambu peringatan juga dipasang untuk mengingatkan pengendara, khususnya kendaraan angkutan berat, agar tidak melintasi jembatan tersebut demi mengurangi beban berlebih pada konstruksi. (DEWI PATMALASARI/j)