BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, berharap para agen digitalisasi perlindungan sosial memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi serta berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian Training of Trainers (TOT) dengan penuh keseriusan, disiplin, dan konsistensi.
Menurut Arbert, keterlibatan aktif peserta selama pelatihan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi program digitalisasi perlindungan sosial di lapangan.
Kompetensi yang diperoleh selama pelatihan, akan menjadi bekal utama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mengawal pelaksanaan program secara tepat sasaran.
“Pemutakhiran kompetensi ini menjadi modal utama dalam mentransfer ilmu, mengedukasi masyarakat, serta mengawal keberhasilan implementasi digitalisasi sistem perlindungan sosial secara matang dan presisi di lapangan,” tegas Arbert, saat Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial Kota Palangka Raya di Aula Betang Hapakat Lantai IV Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat 5 Juni 2026.
Ia berharap, momentum tersebut dapat menyatukan komitmen seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Palangka Raya yang lebih sejahtera melalui sistem perlindungan sosial yang modern, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat.
Arbert juga optimistis bahwa kerja keras, sinergi, dan kolaborasi yang dibangun saat ini akan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan perluasan digitalisasi perlindungan sosial secara berkelanjutan. (MARINI/j)









