KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Tiga sekolah di Kabupaten Gunung Mas ditetapkan sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial atau AI oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala Bidang SD dan SMP Disdikpora Gunung Mas, Silpanus, mengatakan penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026.

“Ketiga sekolah yang ditunjuk adalah SD Eka Tjipta Kajuei di Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungan, SMP Negeri 3 Tewah di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, dan SMA Negeri 1 Sepang di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang,” ujar Silpanus, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan, program sekolah model merupakan inisiatif Kemendikdasmen untuk menjadikan sekolah terpilih sebagai percontohan penerapan inovasi pembelajaran.

Program ini mengusung dua pendekatan utama, yakni Pembelajaran Mendalam atau PM serta Koding dan Kecerdasan Artifisial atau KKA.

Silpanus mengatakan, pembelajaran mendalam dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan mendorong peserta didik menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Pendekatan ini juga menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

“Sementara KKA bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan analitis, serta menumbuhkan keterampilan memanfaatkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab,” kata Silpanus.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Gunung Mas, Aprianto, mengatakan sekolah model memiliki sejumlah kewajiban. Di antaranya mengintegrasikan PM dan KKA ke dalam kurikulum, menyusun serta melaksanakan proyek pengembangan, membentuk kelompok belajar, dan membangun kemitraan dengan orang tua maupun dunia kerja.

Sekolah model juga wajib menyampaikan laporan perkembangan program setiap bulan.

Secara nasional, keputusan yang ditetapkan pada 12 Maret 2026 dan ditandatangani Dirjen Gogot Suharwoto itu menetapkan 842 sekolah dari berbagai jenjang di Indonesia.

Rinciannya, 95 sekolah PAUD, 321 sekolah SD, 203 sekolah SMP, dan 223 sekolah SMA.

Dari jumlah tersebut, Gunung Mas menjadi salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang menempatkan tiga sekolah dalam daftar penetapan. Ketiganya mewakili tiga jenjang pendidikan sekaligus.

Aprianto berharap sekolah yang terpilih dapat menjadi percontohan penerapan pembelajaran berbasis teknologi, koding, dan kecerdasan artifisial di Gunung Mas.

Program tersebut juga diharapkan mendukung transformasi pendidikan menuju era digital, khususnya di kabupaten berjuluk Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.

“Pemerintah kabupaten melalui Disdikpora Gunung Mas akan terus mendampingi dan mendukung penuh pelaksanaan program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial ini, khususnya di kedua sekolah yang menjadi kewenangan kami,” katanya.