BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mencatatkan prestasi dalam agenda pembangunan nasional.
Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, resmi ditetapkan sebagai salah satu lokasi Pilot Project Nasional Program Transmigrasi Pugar dan Transmigrasi Lokal yang digagas Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Penetapan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ekspose Akhir Redesain Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) Pugar Desa Rangda yang berlangsung di Direktorat Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi RI, Jakarta, pada 4 Juni 2026.
Kegiatan ekspose akhir tersebut menjadi tahapan penting dalam proses validasi, penyempurnaan, dan sinkronisasi desain pembangunan kawasan transmigrasi yang akan dijadikan model pengembangan transmigrasi masa depan di Indonesia.
Program Transmigrasi Pugar hadir dengan pendekatan baru yang berbeda dari konsep transmigrasi pada masa lalu. Jika sebelumnya fokus pada pembukaan kawasan baru, kini program tersebut menitikberatkan pada penataan, revitalisasi, dan penguatan kawasan transmigrasi yang telah ada agar berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Sebagai lokasi pilot project nasional, Desa Rangda diproyeksikan menjadi contoh pembangunan kawasan yang terintegrasi melalui penguatan infrastruktur, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Barat Yudhi Hudaya menyampaikan, bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat merupakan peluang besar bagi daerah, untuk mempercepat pembangunan kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pilot project ini bukan hanya tentang Desa Rangda. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah,” ujarnya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, melalui penyusunan Redesain RTSP Pugar, arah pembangunan kawasan disusun secara komprehensif dengan mengacu pada potensi riil yang dimiliki wilayah.
Setiap rencana pengembangan dirancang, agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah maupun nasional.
Program tersebut juga dinilai memiliki arti strategis bagi Kabupaten Kotawaringin Barat. Selain memperkuat posisi daerah dalam agenda pembangunan nasional, keberhasilan implementasi program diyakini akan membuka peluang dukungan lintas sektor dari pemerintah pusat serta mendorong percepatan investasi pembangunan kawasan.
Keberhasilan Desa Rangda nantinya diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kotawaringin Barat, tetapi juga menjadi referensi nasional dalam pengembangan kawasan transmigrasi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Penetapan Desa Rangda sebagai lokasi pilot project nasional menunjukkan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar, tetapi juga lahir dari desa-desa yang terus tumbuh, berinovasi, dan bergerak maju.
“Jika transmigrasi masa lalu membangun permukiman, maka Transmigrasi Pugar membangun ekosistem kehidupan. Desa Rangda menjadi titik awal lahirnya model baru pembangunan kawasan transmigrasi Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya. (DANANG/H)









