BORNEONEWS, Palangka Raya - Pementasan drama dinilai menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI FKIP Universitas Palangka Raya.
Hal tersebut disampaikan Koordinator PBSI, Alifiah Nurachmana, saat menghadiri pementasan drama Malawen yang dibawakan mahasiswa PBSI angkatan 2023 di Taman Budaya Palangka Raya pada Sabtu malam, 6 Juni 2026.
Menurutnya, kegiatan pementasan merupakan salah satu ciri khas dan keunggulan program studi yang selama ini terus dipertahankan.
"Bagi PBSI, jika tidak ada pementasan rasanya hambar. Karena salah satu program unggulan kami memang pementasan drama," kata Alifiah kepada Borneonews.
Alifiah menjelaskan, meskipun perkembangan zaman menuntut adanya inovasi dan penyesuaian kurikulum, PBSI tetap mempertahankan kegiatan seni pertunjukan sebagai bagian dari pembelajaran mahasiswa.
Di sisi lain, PBSI juga terus melakukan pengembangan program akademik dengan membuka konsentrasi baru yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Saat ini kami juga sudah membuka program jurnalistik sebagai bentuk penyesuaian dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Terkait pementasan Malawen, Alifiah menilai penampilan mahasiswa sudah cukup baik. Meski masih terdapat beberapa kekurangan akibat keterbatasan waktu latihan, secara keseluruhan pertunjukan mampu menyampaikan pesan budaya lokal yang diangkat.
"Karena keterbatasan waktu berlatih tentu ada kelebihan dan kekurangan, tetapi secara umum pementasan malam ini sudah lumayan bagus," pungkasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pementasan Drama Malawen, Eko Patrio, mengungkapkan bahwa pertunjukan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak, baik dosen, mahasiswa maupun pihak lain yang turut membantu proses persiapan.
"Ini merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah yang kami tempuh. Kami bersyukur karena banyak pihak yang memberikan dukungan sehingga pementasan ini bisa terlaksana dengan baik," ujarnya seusai pementasan.
Menurut Eko, proses persiapan yang dijalani mahasiswa tidaklah mudah. Mulai dari penyusunan konsep, latihan hingga pelaksanaan pertunjukan membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh tim.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama proses produksi drama dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas.
"Semoga dengan pementasan ini kreativitas kami semakin berkembang dan menjadi pengalaman yang bermanfaat untuk ke depannya," kata Eko yang juga bertindak langsung sebagai sutradara pementasan ini. (TESTI PRISCILLA/j)









