JAKARTA –

BORNEONEWS, Banjarbaru – Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan alokasi besar dalam program cetak sawah 2026 di Kalimantan. Kementerian Pertanian mencatat Kalteng mendapat alokasi 9.192,36 hektare yang seluruhnya dilaksanakan melalui skema swakelola.

Capaian itu menjadi bagian dari realisasi Survei Investigasi Desain atau SID program cetak sawah di Kalimantan yang telah mencapai 16.450 hektare atau terealisasi 100 persen.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, mengatakan pelaksanaan program cetak sawah di Kalimantan terbagi dalam dua skema utama.

Berdasarkan data Sistem Informasi Cetak Sawah atau SICS Kementan, skema swakelola mencakup 14.726,25 hektare atau 89,52 persen. Sementara skema paket penyedia mencapai 1.724,70 hektare atau 10,48 persen.

"Data Sistem Informasi Cetak Sawah (SICS) Kementan, pelaksanaan program terbagi dalam dua skema utama, yakni swakelola seluas 14.726,25 hektare atau 89,52 persen dan paket penyedia seluas 1.724,70 hektare atau 10,48 persen," kata Hermanto dalam Rapat Koordinasi Cetak Sawah se-Kalimantan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, 6 Juni 2026.

Untuk Kalimantan Tengah, seluruh alokasi 9.192,36 hektare dijalankan melalui skema swakelola. Pola serupa juga diterapkan di Kalimantan Timur dengan luas 3.342,07 hektare.

Sementara itu, Kalimantan Utara mendapat alokasi 2.191,82 hektare dan masih didominasi skema swakelola, dengan sebagian progres Surat Perintah Mulai Kerja atau SPMK pada 1.389 hektare.

Adapun pada skema paket penyedia, Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi yang telah menuntaskan penayangan paket secara penuh. Luasnya mencapai 1.724,70 hektare atau 100 persen dari alokasi.

Seluruh paket di Kalimantan Selatan telah masuk tahapan pengadaan, mulai dari penawaran, evaluasi, penetapan pemenang, surat penunjukan penyedia barang/jasa atau SPPBJ, hingga kontrak e-katalog.

Secara keseluruhan, tahapan pre-construction meeting atau PCM telah mencapai 100 persen. Sementara mutual check awal atau MC-0 telah mencapai 16.095,34 hektare atau 97,84 persen.

Capaian tersebut menunjukkan kesiapan teknis lapangan program cetak sawah di Kalimantan hampir sepenuhnya matang.

Selain itu, SPMK pada skema penyedia telah diterbitkan untuk 1.369,09 hektare. Tahapan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan awal pekerjaan fisik di sejumlah titik prioritas.

Hermanto menegaskan, percepatan program dilakukan melalui penguatan proses pengadaan, percepatan penyerahan jaminan pelaksanaan, serta monitoring harian dan evaluasi paralel.

"Keberhasilan program cetak sawah 2026 membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kelancaran mobilisasi alat dan bahan, pendampingan calon petani calon lokasi (CPCL), serta pengawasan lintas pihak guna mendukung percepatan realisasi fisik dan penguatan ketahanan pangan," ujarnya.

ANTARA